Malang, Bimas Islam --- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 berdampak pada aspek ekonomi masyarakat. Fakta ini membuat Penyuluh Agama Islam KUA Tajinan meluncurkan program inovasi demi meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat.
"Kami menjalankan Jumat Berbagi ini sejak April 2020. Waktu itu kita berbagi masker dan nasi untuk masyarakat sekitar," ungkap Siti Rodliyah, Penyuluh Agama di Tajinan melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (16/7/21).
Seiring berjalannya waktu, Jumat Berbagi mendapatkan respons positif dari masyarakat. Beberapa warga yang memiliki kelebihan harta pun tertarik bergabung untuk menjadi donatur.
"Awalnya hanya dari keluarga besar KUA Tajinan. Alhamdulillah banyak dermawan tergerak hingga terus berlanjut sampai hari ini," tambahnya.
Selain keluarga besar KUA Tajinan, Jumat Berbagi mendapatkan dukungan dari Tunjungbiru Kangen Water, Komunitas Sego Bungkus, LAZ ABA, dan Karang Taruna Kecamatan Tajinan.
"Sekarang kita sudah memiliki nomor rekening dan grup untuk melaporkan kegiatan secara transparan dan akuntabel. Kita juga menerima donasi lain, seperti baju layak pakai dan lainnya," terang Siti.
Teknis pembagiannya, sambung Siti, ada dua cara. Pertama dilakukan di depan KUA Tajinan dan diantarkan langsung ke rumah warga yang membutuhkan.
"Tentu kalau sekarang sekaligus melaksanakan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor P-003/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Gerakan Nasional Penyuluh Agama Islam Peduli Umat di Masa Darurat Covid-19," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



