Bekasi, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat menggencarkan pengajian anak-anak dalam rangka menekan angka buta aksara Al-Qur’an. Hal ini menjawab pernyataan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang mengungkapkan tingkat buta aksara Al-Qur'an di Indonesia mencapai 65 persen.
"Di Kecamatan Bekasi Barat, saya kira sudah hampir semuanya di Majelis Taklim itu udah pada bisa, kecuali yang anak-anak memang perlu kita bina terus. Jadi di TPQ itu kita bina terus, dari mulai Iqro 1 hingga 6 atau dengan metode yang lainnya," ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bekasi Barat, Abdullah Syafii saat dijumpai pada Senin (8/3).
Sementara itu, menurut Syafii, untuk kategori Majelis Taklim di Kecamatan Bekasi Barat, para penyuluh biasanya selalu mengawali pengajian dengan membaca ayat suci Al-Qur’an sebelum masuk dalam pembahasan materi.
"Jadi program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini sudah lama berjalan dan terus berlanjut. Tidak hanya di Kecamatan Bekasi Barat saja, namun juga di seluruh Kecamatan lain di Kota Bekasi," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengakui saat ini tradisi mengaji di kalangan masyarakat nampak sudah memudar. Oleh karena itu, ia merasa program 'Gerakan Magrib Mengaji' ini perlu dimasifkan kembali.
"Itu kan juga menjadi bagian dari tradisi yang sudah mulai memudar digerus oleh perubahan nilai dan kepentingan masyarakat," ungkap Fuad.
Fuad menilai dengan semakin berkembangnya teknologi digital yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa kini, semestinya juga dimanfaatkan oleh para tenaga pengajar untuk melengkapi metode pembelajaran mereka dengan konteks kekinian.
(Boy)
(Boy)



