Banyuwangi, Bimas Islam --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi memberikan pemantapan kapasitas operator SIMAS (Sistem Informasi Masjid) di KUA untuk mencegah data masjid di wilayah Banyuwangi tak akurat. Acara berlangsung di Aula Kemenag Banyuwangi, Selasa (8/2).
“Data tempat ibadah sangat penting dan harus valid. Data-data masjid dan musala terkumpul pada SIMAS, sebuah aplikasi yang digunakan secara nasional sebagai wadah pendataan masjid dan musala di Indonesia. Maka penting dilakukan pemantapan kemampuan para operator SIMAS,” ujar Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi, Muklis.
“Apalagi saat ini Kementerian Agama melakukan transformasi layanan digital, sehingga layanan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin menyampaikan, saat ini Kemenag tengah melakukan revitalisasi KUA Kecamatan. Program revitalisasi KUA ini mencakup peningkatan infrastruktur hingga layanan berbasis digital.
“Saat ini Kemenag melakukan revitalisasi KUA Kecamatan, sehingga layanan yang tadinya tersentral di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, sekarang dapat dilayani di KUA Kecamatan, salah satunya yang berkaitan dengan data masjid dan musala,” jelasnya.
“Dengan digelarnya pemantapan kapasitas operator SIMAS ini agar tidak ada lagi data ganda terkait masjid dan musala pada aplikasi SIMAS,” sambungnya.
Kegiatan ini diisi oleh pelaksana pada Seksi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi, Syafaat yang menyampaikan teknik dalam pengisian aplikasi, terutama untuk titik koordinat masjid dan musala, harus tepat dan lebih mudahnya menggunakan copy paste share lokasi.
Syafaat memberikan pemantapan kapasitas kemampuan 25 operator SIMAS di Kabupaten Banyuwangi. Selain penyampaian materi, ada praktik langsung para operator untuk memasukkan data masjid dan musala dari masing-masing kecamatan ke dalam SIMAS.
“Hal ini dilakukan mengingat ada beberapa operator yang baru dari akibat mutasi pegawai-pegawai yang dilakukan. Pemantapan kapasitas ini menjadi kesempatan bagi mereka meningkatkan pengalaman dan pengetahuannya,” jelas Syafaat.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



