Pasuruan, Bimas Islam --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Mohammad As’adul Anam membuka secara resmi kegiatan Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan. Acara ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam non PNS dan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.
Anam menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, maka dari itu akan muncul kerawanan terjadinya gesekan sosial akibat perbedaan cara pandang masalah keagamaan.
“Nyaris tak mungkin alias mustahil kita bisa menyatukan cara pandang keagamaan umat beragama di Indonesia, sementara klaim kebenaran atas tafsir agama bisa memunculkan gesekan dan konflik," ungkap Anam, Kamis (18/3).
Anam mengemukakan program moderasi beragama merupakan suatu cara praktik beragama dalam kehidupan bersama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum.
“Logikanya, kemuliaan agama tidak bisa ditegakkan dengan cara merendahkan harkat kemanusiaan. Maka dari itu, tugas kita adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dengan komitmen kebangsaan untuk menumbuhkan cinta tanah air," tegasnya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah pembicara dari Polres, Kodim 0819, dan Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



