Kota Bandung, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, upaya pencegahan kawin anak memerlukan kerja sama berbagai pihak.
Hal itu disampaikan Dirjen sebagai panelis di acara Seminar Nasional Cegah Kawin Anak untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas, Kota Bandung, Kamis (13/7/2023).
“Saya kira (dalam upaya pencegahan kawin anak) perlu kerja bersama, bukan hanya internal Kementerian Agama, tapi juga Pemda. Saya kira semua pihak di Indonesia harus mengambil porsi, mengambil bagian,” ujarnya.
Dirjen menyebut, harus ada langkah sinergis untuk mencegah perkawinan anak, mengingat jumlah anak yang sangat besar di Indonesia.
“Effort ini tidak boleh berhenti. Semua pihak harus melakukan langkah-langkah teknis, tidak hanya di secara wacana, narasi, diskusi, seminar, dan konferensi, tapi sudah harus ada langkah-langkah konkret,” pesannya.
“Kementerian Agama telah mengambil banyak langkah, tapi langkah itu masih sekian langkah. Masih ada seribu langkah lagi untuk mencapai cita-cita yang kita harapkan. Jadi saya selalu mengatakan, semua program harus dievaluasi kualitasnya, efektivitasnya, dan keberlanjutannya, agar persoalan yang sangat fundamental ini bisa kita atasi bersama,” lanjutnya.
Selain Dirjen Bimas Islam, hadir sebagai panelis dalam kegiatan ini, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda - Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, serta Ketua Regional Asia Save The Children Ratna Yunita.
Fn/Mr



