Jakarta, Bimas Islam— Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan program bimbingan perkawinan berbasis keterampilan praktis bagi calon pengantin untuk menekan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Program ini bertujuan mempersiapkan pasangan menghadapi dinamika rumah tangga dengan cara yang sehat dan konstruktif, dan akan digelar di Kantor Urusan Agama (KUA).
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto mengungkapkan, salah satu penyebab utama KDRT adalah kurangnya kemampuan pasangan dalam mengelola konflik. “KDRT sering terjadi karena pasangan tidak memiliki keterampilan yang memadai dalam menangani konflik. Dengan bimbingan perkawinan ini, calon pengantin akan dibekali teknik manajemen konflik, komunikasi yang efektif, serta pemahaman yang lebih dalam tentang peran dan tanggung jawab dalam pernikahan,” jelas Agus di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Program ini dirancang untuk memberi solusi atas berbagai persoalan yang sering muncul dalam rumah tangga. Materi pelatihan mencakup manajemen keuangan keluarga, strategi komunikasi yang sehat, serta pengelolaan emosi. Selain itu, calon pengantin juga akan mengikuti simulasi situasi konflik dan cara penyelesaiannya, agar pasangan dapat mempraktikkan langsung pengetahuan yang diperoleh.
“Kami percaya bahwa pendekatan praktis ini akan membuat calon pengantin lebih siap dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Dengan keterampilan yang dipelajari, diharapkan mereka dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan,” tambah Agus.
Untuk memperkuat dampak program ini, Kemenag juga bekerja sama dengan organisasi masyarakat keagamaan seperti Muhammadiyah, NU, dan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4). Kerja sama ini bertujuan memberi pendampingan lebih lanjut bagi keluarga baru, sehingga risiko perceraian dan KDRT dapat diminimalkan.
“Kami mengajak seluruh calon pengantin untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Melalui bimbingan perkawinan yang kami tawarkan, mereka akan memiliki fondasi yang kuat untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tutup Agus.
Msk/Mr



