Jember, Bimas Islam -- Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Jember, Zubaidi mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mencegah menjamurnya nikah di bawah umur melalui program KUA Go to School. Melalui program itu, kata dia, penyuluh agama terjun ke sekolah-sekolah memberikan edukasi terkait pernikahan.
"Di Jember ada program KUA Go to School. Para penyuluh mendatangi sekolah-sekolah memberikan bimbingan dan edukasi tentang pernikahan. Dalam edukasi itu, para penyuluh memberikan penjelasan tentang pentingnya menikah pada usia yang telah ditetapkan," ujar Zubaidi saat berbagi cerita pada Salam Sapa Agen Resolusi Konflik (ARK) melalui Zoom pada Rabu (12/10).
Dalam acara yang digelar Subdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik ini, Zubaidi mengungkapkan, program KUA Go to School berhasil menekan angka pernikahan dini di Jember. Dia mengatakan, penyuluh agama di Jember akan terus memberikan edukasi terkait bahayanya menikah di bawah umur.
Zubaidi menjelaskan, kesuksesan program KUA Go to School tak terlepas dari peran berbagai pihak. Misalnya, kata dia, para Kepala KUA dan Camat se-Kabupaten Jember, pihak sekolah, hingga penyuluh agama. "Kolaborasi lintas sektor penting dilakukan," tegasnya.
Dia berharap, program KUA Go to School bisa menekan angka pernikahan dini. Sebab, kata dia, pernikahan dini tidak hanya membahayakan bagi pasangan pengantin tersebut, tapi juga kepada anak-anaknya. "Kita berharap program ini dapat mengurangi angka pernikahan dini di Jember," pungkasnya.
Hadir, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Akmal Salim Ruhana, serta para penyuluh yang menjadi aktor resolusi konflik. Kegiatan ini dimoderatori Muhammad Syafaat.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



