Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menekankan kepada para pengurus masjid dan panitia salat Idulfitri 1442 Hijriah melakukan pengawasan terhadap jemaah untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Protokol kesehatan wajib diterapkan secara ketat dan panitia salat Idulfitri harus betul-betul memastikan segala sesuatunya berjalan aman dan terkendali," kata Fuad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/5).
Fuad mengimbau umat Islam yang akan melaksanakan salat Idulfitri agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan pribadi untuk menghindari risiko saat berada dalam kumpulan orang banyak, selanjutnya terapkan protokol kesehataan saat di masjid dan di lapangan.
"Pembatasan jemaah lima puluh persen dari kapasitas daya tampung tempat tetap diberlakukan agar bisa menjaga jarak," imbuhnya.
Kementerian Agama, lanjut Fuad, akan mengeluarkan edaran khusus mengenai penyelenggaraan salat Idulfitri kali ini. Jemaah diimbau tidak melepas masker selama pelaksanaan salat Idulfitri di masjid dan di lapangan.
"Salam-salaman usai salat Idulfitri juga disarankan tanpa bersentuhan tangan secara fisik, tetapi cukup dengan gerak isyarat saja," lanjutnya.
Fuad mengemukakan situasi penularan Covid-19 di Indonesia sewaktu-waktu masih bisa berubah, ditambah informasi adanya mutasi varian baru virus corona dari luar negeri, sehingga edaran mengenai penyelenggaraan hari raya Idulfitri akan disesuaikan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



