Kuningan, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam PNS KUA Kecamatan Ciawigebang, Ade Yusup mengemukakan, sebagian besar masalah ekonomi keluarga disebabkan karena ketidakmampuan pasangan suami istri untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.
"Hal ini yang selalu saya sampaikan saat memberikan pendampingan bagi para penerima manfaat program KUA Percontohan Ekonomi Umat agar mampu mengelola keuangan dengan baik," ujar Ade kepada bimasislam, Jumat (9/9/2022).
Ade menyampaikan, penyusunan kebutuhan harus menerapkan skala prioritas sehingga dapat menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi.
"Kami selalu tekankan agar mereka berinvestasi, karena ada nilai lebih yang didapatkan di kemudian hari dibandingkan hanya menabung," lanjutnya.
Ade mengungkapkan, para penerima manfaat program percontohan ekonomi umat di KUA Kecamatan Ciawigebang kini sudah mengalami peningkatan omzet hingga mencapai 30%.
"Sebelumnya, pada masa pandemi Covid-19, usaha mereka nyaris gulung tikar. Alhamdulillah, sekarang semakin berkembang," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



