Rejang Lebong, Bimas Islam -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Selatan (Cursel) Ramadan menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting. Menurutnya, stunting tak mungkin bisa dicegah oleh satu pihak atau lembaga.
"Koordinasi lintas sektor seperti Kecamatan, KUA, Puskesmas, BKKBN, dan Babinsa terkait stunting perlu dilakukan agar bisa bersama-sama menurunkan angka stunting. Stunting tak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja," ujar Ramadan dalam keterangannya di Cursel, Jumat (28/10).
Dia juga menegaskan kesiapan KUA Cursel untuk terlibat langsung dalam pencegahan stunting. Apalagi, kata dia, KUA memiliki penyuluh agama sebagai pihak yang terjun langsung ke masyarakat, sehingga keberadaannya strategis untuk dilibatkan dalam kegiatan koordinasi tersebut.
Penyuluh Agama Islam di KUA Cursel, Dilupa menyampaikan kesiapannya untuk terjun ke tengah masyarakat melakukan penyuluhan dan edukasi. Dia menjelaskan, penyuluh agama memang harus terlibat berperan aktif dalam pencegahan stunting.
"Kami sebagai penyuluh agama merasa punya tanggung jawab yang harus diselesaikan, yaitu melakukan penyuluhan dan memberi edukasi tentang stunting dan pencegahannya kepada masyarakat. Salah satu penyebab munculnya stunting adalah karena pernikahan dini," tegas Dilupa.
Dia menambahkan, edukasi dan penyuluhan juga harus dilakukan di majelis taklim dan jemaah binaan. "Kami berharap kehadiran penyuluh agama yang memberi edukasi bisa menjadi angin segar bagi masyarakat untuk terhindar dari stunting," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



