Bantul, Bimas Islam -- Kepala KUA Sewon, Mustafied Amna mengatakan, pasangan calon pengantin penting mengikuti bimbingan perkawinan (Bimwin). Program Bimwin, kata dia, didesain salah satunya untuk mencegah stunting.
Hal ini disampaikan Amna saat menjadi narasumber talkshow Penanganan Stunting yang dilaksanakan di Kawasan Balai Budaya Kawasan Budaya Karangkitri Panggungharjo, Sewon. Talkshow ini merupakan rangkaian dari Hari Jadi Kalurahan Panggungharjo ke-76.
"Bimwin berisi panduan lengkap sebelum menjejakkan kaki di bahtera rumah tangga. Di sana memuat banyak hal, termasuk para catin diedukasi tentang upaya pencegahan stunting," ujar Amna dalam acara yang diikuti 40 peserta ini pada Selasa (20/12).
Menurut Amna, Bimwin memberikan banyak pelajaran bagi calon pasangan yang hendak menikah. Sebab, lanjut dia, fasilitator Bimwin merupakan orang-orang yang kompeten dan telah menerima pelatihan khusus dari Kemenag.
"Salah satu upaya mencegah stunting adalah pasangan catin hendaknya ikut Bimwin. Melalui Bimwin, pasangan catin akan diedukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan," katanya.
Amna menandaskan, persoalan stunting adalah persoalan bersama. Karena itu, kata dia, stunting tidak bisa hanya dilakukan satu arah, tetapi harus dua arah.
"Penanganan stunting tidak bisa hanya dengan sosialisasi yang gencar dari pemerintah, tapi harus ada kesadaran juga dari masyarakat. Kami berharap kita semua bisa bersama-sama bergerak menangani stunting," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



