Makassar, Bimas Islam – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf, meminta Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) untuk terus mendukung program pemerintah, terutama dalam penanggulangan stunting melalui program Ketahanan Keluarga.
“Program makan bergizi yang diluncurkan pemerintah adalah langkah konkret untuk mencegah dan menangani stunting. Saya minta Satgas Nasional GKMNU terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Agama dalam program Ketahanan Keluarga,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya itu dalam kegiatan Program Ketahanan Keluarga di Makassar, Kamis (5/12/2024).
Gus Yahya menegaskan, membangun bangsa harus dimulai dari keluarga. Untuk itu, Satgas Nasional GKMNU telah membentuk struktur hingga tingkat desa untuk memastikan program Ketahanan Keluarga dapat diterapkan langsung di masyarakat. “Tidak ada cara yang lebih baik untuk membangun peradaban selain melalui keluarga,” katanya.
Wakil Ketua Satgas Nasional GKMNU, Alissa Qotrunnada Wahid, menjelaskan enam dimensi utama dalam program Ketahanan Keluarga. Dimensi pertama adalah relasi maslahat melalui bimbingan perkawinan, remaja, dan konsultasi keluarga. Dimensi kedua, keluarga sejahtera, berfokus pada pelatihan kewirausahaan, keterampilan kerja, dan Kampung Zakat.
Ketiga, program kesehatan keluarga mencakup gizi dan pola hidup sehat. Keempat, pendidikan keluarga melalui beasiswa, pendidikan vokasi, serta dukungan pesantren dan madrasah. Kelima, moderasi beragama yang dilakukan melalui halaqah kebangsaan dan dakwah digital. Terakhir, cinta lingkungan diwujudkan melalui kebun keluarga, bank sampah, dan penanaman pohon.
“Kami ingin keluarga Indonesia tidak hanya sejahtera, tetapi juga peduli terhadap lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Alissa.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, memuji peran NU dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Dukungan NU terhadap program pemerintah mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui sinergi GKMNU dan Kemenag, program Ketahanan Keluarga diharapkan mampu menjawab tantangan stunting dan menciptakan keluarga yang sejahtera dan berdaya.
Wcp/Mr



