Gorontalo, Bimas Islam -- Generasi sehat bebas stunting lahir dari pasangan yang menikah pada usia matang. Menikah pada usia matang bisa dilaksanakan dengan melakukan perencanaan yang baik.
Demikian disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Riska Duduti saat menjadi narasumber pada Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin (Catin) di KUA Talaga Jaya beberapa waktu lalu.
"Pernikahan yang tidak terencana dengan baik atau calon pengantin yang belum cukup umur berpotensi melahirkan generasi yang lemah. Tidak hanya lemah dari segi fisik tapi juga dari sisi kesehatan berupa lahirnya generasi stunting," ungka Riska di Gorontalo kepada bimasislam, Jumat (2/9/22).
Riska menyebut, pernikahan yang terencana bisa menjadi jalan bagi lahirnya keluarga berkualitas. Keluarga berkualitas, imbuhnya, merupakan syarat bagi kemajuan sebuah bangsa.
"Generasi stunting hanya satu aspek dari sisi kesehatan. Sementara Islam mengingatkan kita agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi psikis, spiritual, ekonomi, kecerdasan, dan sosial. Sehingga, persiapan pernikahan sangat penting sebagai upaya melahirkan generasi berkualitas," sambung Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018 ini.
Selain wawasan kesehatan, peserta Bimwin juga mendapatkan pembekalan spiritual berupa pengajaran baca Al-Qur'an di sela acara. Hadir sebagai narasumber, Kepala dan Penghulu KUA Talaga Jaya serta Penyuluh Keluarga Berencana.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



