Jakarta, bimasislam—Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mendukung penuh optimalisasi peran Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Amin dihadapan 99 peserta Chief Executive Officer (CEO) Meeting Forum Kebangkitan Zakat Indonesia 2018 yang bertempat di Hotel Morrissey Jakarta, Rabu (18/4).
Dalam persentasinya Amin menekankan tentang pentingnya menjalin sinergi antara pelbagai pihak yang memiliki otoritas pengelolaan zakat, baik dalam wujud koordinasi, sinkronisasi data maupun kerjasama program demi terwujudnya implementasi zakat yang optimal.
“Untuk mencapai peran yang optimal Ditjen Bimas Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf yang kemudian bersinergi dengan badan serta lembaga zakat memiliki tugas utama dalam mewujudkan kesejahteraan umat, dan hal ini selain merupakan pemenuhan atas amanah undang-undang juga menjadi bagian dari otoritas yang kita sama-sama miliki,” jelas Amin.
Mantan rektor IAIN Gorontalo ini mengajak semua pimpinan eksekutif yang berkumpul dalam forum zakat untuk sama-sama mensosialisasikan program-program unggulan guna menjemput potensi besar dari dana zakat yang belum terkumpul secara optimal.
Disampaikan Amin untuk mencapai tahap itu, upaya penyadaran tidak hanya selalu dibangun dari masyarakat saja khususnya untuk memenuhi kewajiban zakat mereka, namun juga bagi para pengelola zakat itu sendiri diharapkan, untuk menjadikan kekuatan hukum agama dan regulasi negara sebagai payung sebuah program kerja.
“Optimalisasi zakat dibangun harus melalui dua lapis, baik pada lapisan penyadaran para wajib zakat, maupun pihak yang berwenang sebagai petugas yang mengumpulkan zakat, dan hal itu harus dilandasi pada pemahaman nash-nash dan regulasi-regulasi yang ada,” ungkap guru besar ilmu hadis itu.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar menyambut tantangan Dirjen itu dengan mengungkapkan optimismenya dalam proses pengoptimalan peran pemerintah sebagai katalisator bagi pertumbuhan zakat di Indonesia.
“Optimisme dalam ikhtiar mengembangkan potensi zakat di Indonesia harus terus dibangun, sikap ini menurut saya dilandasi oleh beberapa faktor dua diantaranya adalah apresiasi Bappenas belakangan ini atas peran zakat sebagai indikator pertumbungan ekonomi syariah, dan yang kedua adalah realisasi peran sinergis antara pemerintah dengan forum zakat dalam mewujudkan kampung-kampung zakat,” imbuh Nasar.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (18-20/4) tersebut diisi pula oleh beberapa narasumber kompeten lainnya seperti Ketua BAZ Nasional Bambang Sudibyo, Deputi Menko PPN/BAPPENAS Pungki Sumadi, Pakar Manajemen Zakat Erie Sudewo, Kepala Unit Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Arif Tasrif, Direktur Riset Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan, dan Duta Zakat Indonesia David Chalik.
Turut menghadiri pada kegiatan yang mengangkat tema “Tanggung Jawab Bersama Memajukan Dunia Zakat di Indonesia” ini antara lain 99 orang peserta, yang terdiri dari Kepala Bidang yang membawahi Zakat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Ketua Baznas Provinsi, Pejabat Bappenas, Pejabat otoritas Jasa Keuangan, Komite Nasional Keuangan Syariah, Ketua Forum Zakat dan Kepala Lembaga Amil Zakat, serta beberapa pejabat di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Sumber: Bimas Islam
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



