Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama, Juraidi didaulat sebagai penceramah dalam rangkaian Salat Isya dan Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (20/4/21) malam. Dalam kesempatan tersebut, Doktor Tafsir lulusan PTIQ Jakarta ini berbagi kiat agar umat Islam bisa panen pahala di bulan Ramadan yang mulia.
"Ramadan ini kesempatan emas. Allah memilihkan untuk kita kemuliaan di bulan Ramadan yang tidak ada di dalam bulan lain. Pada bulan Ramadan, Allah ampuni dosa kita, Allah lipatkan balasan atas amal kebaikan kita, dan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan," ungkap Juraidi.
Dalam menggapai kemuliaan Ramadan, Juraidi membagi umat Islam menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok yang merugi karena menyia-nyiakan Ramadan. Kedua, kelompok yang mengambil kemuliaan Ramadan ala kadarnya. Ketiga, mereka yang beruntung karena meraup sebanyak mungkin kemuliaan Ramadan melalui amal saleh.
"Salah satu cara untuk mengisi Ramadan agar kita mendapatkan kemuliaannya adalah dengan perbanyak membaca istighfar (memohon ampun kepada Allah) sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad kepada istrinya, Ummu Aisyah binti Abu Bakar," tambahnya.
Sedangkan kiat kedua yang dibagikan Juraidi guna memanen pahala di bulan Ramadan ialah dengan membaca Al-Qur'an. Secara khusus, Juraidi mengimbau agar umat Islam minimal khatam Al-Qur'an satu kali selama bulan Ramadan.
"Minimal sekali khatam Al-Qur'an di bulan Ramadan. Satu huruf bernilai 10 kebaikan di luar Ramadan. Tentu di bulan Ramadan kebaikannya lebih berlimpah. Imam Syafi'i menghitung huruf Al-Qur'an sebagaimana dikutip Ibnu Arabi dalam Futuhatil Makkiyah, jumlah huruf Al-Qur'an sebanyak 1.027.000," tambahnya.
Di akhir ceramahnya, Juraidi menegaskan bahwa jejak-jejak kebaikan amat penting karena menentukan bagaimana kelak seseorang dibangkitkan setelah kematian.
"Mari kita melukis bekas-bekas indah di bulan Ramadan. Supaya kita memiliki rekam jejak kebaikan yang ditulis oleh malaikat. Dengan rekam jejak itulah kelak kita dibangkitkan. Mudah-mudahan Ramadan tahun ini memberikan bekas positif dalam kehidupan spiritual kita," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Masjid Istiqlal sudah dibuka untuk salat berjamaah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan jumlah jemaah demi menekan penyebaran Covid-19.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



