Banyumas, Bimas Islam --- Menjadi fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bukan perkara mudah. Namun jika sudah memahami ilmu yang didapat dalam berbagai Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait, menjadi fasilitator Bimwin memiliki keseruan tersendiri.
Hal inilah yang dirasakan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Banyumas, Faidus Sa'ad selama menjadi fasilitator Bimwin. Saking bersemangatnya dalam menjadi fasilitator, pria yang akrab disapa Pak Edo ini bisa memberikan materi Bimwin di 2 kecataman dalam 1 hari.
"Intinya happy together. Fasilitator hanya memandu dan menyimpulkan. Kita gunakan metode andragogi," katanya kepada bimasislam, Senin (22/11/21).
Dalam metode andragogi ini, terang Pak Edo, fasilitator melibatkan para calon pengantin peserta Bimwin agar aktif mengikuti kegiatan. Guna mengurangi kebosanan, fasilitator juga menyisipkan aneka game dan ice breaking.
"Fasilitator menggunakan cara agar peserta mampu mengeluarkan potensi terbaik dalam mengatur rumah tangga. Potensi ini digali dalam sebuah diskusi dan dicatat," tambah Pak Edo.
Pak Edo menjelaskan, peserta Bimwin tidak selalu calon pasangan yang belum pernah menikah. Beberapa peserta merupakan janda atau duda yang pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga.
"Kalau pesertanya duda atau janda, biasanya saya minta bercerita tentang analisis kenapa mereka gagal. Ini penting untuk dijadikan pelajaran agar tidak terulang di kemudian hari atau terulang pada pasangan lain," pungkas pria yang merupakan Wakil Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Banyumas ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



