Jakarta, Bimas Islam --- “Menulis bukan pekerjaan yang mudah, butuh ketenangan dan dilakukan secara rutin untuk mendapatkan style tulisan yang diinginkan.” Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Roni Haldi ketika mulai bercerita tentang program literasi yang tengah digulirkan di KUA Susoh.
Menurut Roni Haldi, pegawai di KUA memiliki segala atribut untuk menjadi penulis yang andal. Sebab, kata dia, pegawai di KUA baik penghulu maupun penyuluh setiap harinya bersinggungan dengan masyarakat secara langsung, sehingga memungkinkan mereka memiliki pengalaman yang menarik untuk diulas dalam bentuk artikel maupun tulisan ringan.
“Di KUA Susoh ini ada 8 Penyuluh Agama Islam Honorer dan 1 orang Penyuluh Agama Islam Fungsional atau PAIF. Kami kemudian memikirkan program agar penghulu dan penyuluh ini semakin memiliki kiprah di tengah masyarakat. Akhirnya kami memilih untuk membentuk program literasi,” ujar Roni kepada bimasislam melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (29/10).
Roni menjelaskan, setiap KUA di kecamatan memiliki kekayaannya masing-masing mulai dari kearifan lokal yang memuat banyak cerita bagi penghulu maupun penyuluh, hingga kekayaan infrastruktur serta sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja. Karenanya, menurut Roni, KUA harus mampu memaksimalkan kekayaannya masing-masing.
“Misalnya di KUA Susoh ini, pasti kearifan adat dan budayanya berbeda dengan KUA-KUA yang ada di Kalimantan, Jawa, atau Sulawesi sekali pun. Dari perbedaan kearifan adat dan budaya inilah kemudian mendorong kami membentuk program literasi di mana setiap penyuluh di KUA Susoh menuliskan pengalaman mereka yang kemudian dicetak menjadi buku,” tuturnya.
Roni menambahkan, penghulu maupun penyuluh di KUA Susoh baru saja menerbitkan dua buah buku berjudul ‘Suluh Sang Penyuluh’ yang merupakan hasil kolaborasi para penyuluh. Sementara kolaborasi dua penghulu berjudul ‘Menikahlah Raih Bahagia’.
“Alhamdulillah memang awalnya berat, dan beberapa masih ada yang merasa berat, tapi akhirnya kami berhasil mencetak buku ‘Suluh Sang Penyuluh’ yang merupakan karya para penyuluh di KUA Susoh dan buku ‘Menikahlah Raih Bahagia’ yang merupakan kolaborasi dua penghulu atas nama Roni Haldi dan Abdul Aziz Al Jabbar,” tuturnya.
Roni mengungkapkan, program literasi di KUA Susoh bukan sekadar menuangkan pengalaman pada sebuah tulisan. Baginya, program literasi di KUA Susoh tersebut adalah sebuah tabungan di masa pensiun nanti. “Jadi memang bukan sekadar program di KUA begitu saja, tapi saya ingin program ini menjadi kenangan kita bersama, menjadi peninggalan bagi generasi penerus kita nanti,” kata Roni.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



