Jakarta, Bimas Islam --- Film bukan sekadar tontonan atau alat propaganda. Film merupakan sarana yang powerfull sebagai media syiar sekaligus memengaruhi masyarakat terutama generasi muda.
Hal inilah yang disampaikan Tokoh Perfilman Nasional, Christine Hakim dalam Penganugerahan Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022 di Jakarta, (22/7/22) malam.
"Masyaallah, saya bersyukur dan berterima kasih, Kemenag menjadikan film sebagai media syiar untuk memotivasi anak muda di seluruh Indonesia agar selalu berbuat kebaikan dan peduli sesama," ungkap pemeran film Cinta Pertama (1973) ini.
Sebagai insan perfilman yang berkali-kali didaulat menjadi juri pada festival film internasional, wanita kelahiran Kuala Tungkal, Jambi yang besar di Yogyakarta ini mengapresiasi keterampilan generasi muda peserta KFPI tahun 2022.
"Anak-anak kita luar biasa. Meski belum ada pembekalan, tapi mereka sudah sangat memahami bagaimana menggunakan kamera sebagai mata dan hati untuk memotret masalah di sekeliling mereka menjadi sebuah ide film. Mereka melakukan ini dengan sangat baik," akunya.
Anggota Juri Festival Film Cannes 2022 ini melanjutkan, film memiliki banyak nilai positif, media syiar, inspirasi, motivasi, dan latihan kepedulian dalam melihat persoalan masyarakat.
"Ini bukan sekadar festival atau kompetisi film pendek, tetapi sarana silaturahmi sebagai sesama anak bangsa. Apa pun perbedaannya, kita saling menghargai untuk memperkuat NKRI," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



