Jakarta, Bimas Islam --- Warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan. Namun, Muhammad Muslim sebagai Penyuluh Agama Islam saat itu justru menganggap warga lapas layaknya santri pondok pesantren.
Cara pandang inilah yang membuat Muslim terinspirasi untuk mengubah lapas selayak pondok pesantren hingga akhirnya terpilih sebagai Juara 2 Penyuluh Teladan Nasional Tahun 2017.
"Saya berusaha mengubah citra lembaga pemasyarakatan dengan nuansa kultur pesantren. Narapidana tidak dipandang sebelah mata, mereka saya anggap sebagai santri luar biasa," ungkap Muslim melalui pesan tertulis yang diterima bimasialam, Senin (4/10/21).
Cara pandang ini, lanjut pria yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang, merupakan upaya menyiapkan warga lapas agar berguna bagi masyarakat setelah menjalani hukuman.
"Ketika sudah kembali ke masyarakat, mereka bisa berguna dan bermanfaat untuk lingkungannya," tambahnya.
Dalam paparan yang disampaikan pada Talkshow Penyuluh Agama Islam #9 ini, Muslim juga secara khusus memaparkan kiat hingga dirinya menjadi Penyuluh Teladan Nasional.
"Lakukan inovasi. Sabar jalani proses. Tidak ada hasil monumental yang dicapai secara instan," tutup Muslim.
Sebagai informasi, talkshow ini dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Non-PNS Kota Yogyakarta yang merupakan Juara Harapan 2 Penyuluh Teladan Nasional Tahun 2019, Wahyu Hasanah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



