Bogor, Bimas Islam --- Untuk menciptakan tulisan berkesan bagi pembaca, Editor PT Balai Pustaka (Persero) Febi Dasa Anggraini mengatakan, penulis perlu melibatkan hati dalam merangkai kata dan kalimat yang ditulisnya.
“Penulis harus mampu membawa pembaca hanyut dalam untaian kisah yang ditulis. Pembaca bisa merasa bahagia, gembira, haru, bahkan ikut menangis,” kata Febi saat menjadi narasumber pada acara ‘Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi’ yang digelar Subdit Kepustakaan Islam Kementerian Agama RI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021).
Itu artinya, lanjut Febi, tulisan itu hidup dan bernyawa karena mampu memengaruhi emosi dan membuat pikiran pembaca.
“Itulah makna tulisan dari hati akan sampai ke hati,” kata Febi kepada 40 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam (PAI) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.
Febi mengatakan, penulis bisa mengawali dengan mencintai pekerjaannya hingga terasa ringan, bersemangat, dan pikiran semakin tajam.
“Kemudian harus menjadi diri sendiri, mengungkapkan perasaan, menyampaikan pikirannya sendiri berdasarkan banyak hal yang sifatnya pribadi,” ungkapnya.
Febi menambahkan, tidak perlu merasa malu dengan kelemahan dan kelebihan diri, karena ungkapan jujur bisa dirasakan pembaca.
“Temukan ruang privasi, agar kita bisa menulis secara utuh tanpa interupsi. Ceritakan saja semuanya pada dirimu sendiri tanpa kehadiran orang lain. Tulis apa yang kamu dengar, lihat, dirasa, dan tuliskan semua opini atau pendapatmu,” paparnya.
Pemilik buku Mengenal Dunia Tumbuhan itu menegaskan, kata yang dirangkai menjadi kalimat adalah penggambaran jiwa penulis.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



