Luwu, Bimas Islam -- Analis Kebijakan Ahli Muda, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Ria Arlina mengatakan, salah satu tujuan digelarnya program pengiriman dai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yaitu menciptakan suasana saling menghormati antarumat beragama.
Hal itu ia sampaikan saat saat ditemui wartawan Bimas Islam saat melakukan penjemputan dai 3T di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (17/4/2023).
Ia menjelaskan, sejak awal, para dai 3T telah diberi amanah untuk menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat agar menjaga kerukunan.
"Pesan yang dibawa oleh para dai untuk dibawakan adalah tentang moderasi beragama, hidup berdampingan, dan saling menghormati antarumat beragama. Itu yang sangat ditekankan," ucapnya.
Ia menambahkan, pada 2023, dai yang dilibatkan dalam program ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Terdapat 50 orang yang disebar di lima wilayah, yaitu Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT. Para dai nantinya akan mendapat sertifikat dari Menteri Agama.
"Di tahun ini jumlah dainya bertambah banyak, yaitu 50 orang dai. Program ini juga melalui kerja sama dengan LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah) Assalam Fil Alamin,” pungkasnya.
Msk/Mr



