Serang, Bimas Islam --– Direktur Kinan Nasanti Creative Consultant, Nanik Susanti mengatakan geliat literasi umat Islam di Indonesia sudah terlihat perkembangannya, namun tetap harus ditunjang dengan penguatan literasi dalam berdakwah di era digital.
“Era disrupsi digital saat ini memungkinkan individu, atau khususnya penyuluh agama bisa melakukan kemajuan pesat, tetapi di sisi lain juga bisa mengalami kemunduran dalam waktu sekejap. Sehingga diperlukan inovasi dan strategi terus menerus dalam menghadapinya,” katanya saat menjadi narasumber pada acara Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi “Personal Narative Writing” angkatan ke-2, di Le Dian Hotel, Serang, Banten, Rabu (24/2).
Dalam acara yang digelar oleh Sub Direktorat Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar Kementerian Agama tersebut, Nanik menerangkan dakwah pada hakikatnya mengajak sehingga dengan begitu harus mengerti kondisi orang yang diajak, harus mampu menyentuh hati orang yang akan kita ajak.
“Kalau kita melihat tren anak-anak milenial dan generasi Z saat ini cenderung lebih senang dengan hal yang simple, instant, dan menarik. Hal inilah yang perlu dipahami ketika kita mau melakukan aktivitas dakwah kepada mereka,” paparnya.
Di depan peserta Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi itu, Nanik mengatakan dua hal kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh agama, yaitu public speaking, dan menulis.
“Menulis dengan metode narrative writing secara psikologis otak kita lebih mudah menyerap values yang disampaikan dibandingkan melalui penjabaran konsep semata. Misalnya kita bisa dengan mudah mengatakan bahwa moderasi beragama itu penting, kita berikan dalil, dan berbagai teori, yang bisa dengan mudah memahaminya mungkin hanya akademis dan para terpelajar, tapi masyarakat lainnya harus dengan pendekatan yang lebih menyentuh hatinya,” ungkapnya.
Nanik berharap dari kegiatan coaching clinic peserta bisa tetap komitmen untuk menulis hingga melahirkan sebuah buku yang nantinya akan diterbitkan oleh Kepustakaan Kementerian Agama.
Di kesempatan yang sama, Febi Dasa Anggraeni dari PT. Balai Pustaka (Persero) juga menyampaikan materi tentang penyuntingan naskah dengan langkah-langkah dan tips mengedit tulisan dengan baik.
(Anty)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



