Bandung, Bimas Islam --- Bencana alam yang terjadi di banyak daerah perlu direspons dengan tanggapnya masyarakat dan pemerintah. Mitigasi kebencanaan dirasa perlu disosialisasikan ke semua pihak agar masyarakat melakukan langkah terbaik saat bencana terjadi.
Menanggapi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan imbauan agar para tokoh agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat agar memasukkan tema mitigasi kebencanaan ke dalam materi ceramah.
"Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam memiliki tugas dan fungsi pembinaan kepada para penceramah agama. Isi ceramah dan khutbah selain hablum minallah (hubungan dengan Allah), hablum minannas (hubungan dengan manusia), juga hablum minal 'alam (hubungan dengan alam), untuk mengantisipasi dan sigap jika terjadi bencana," ungkap Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi di sela Kunjungan Kerja bersama Komisi 8 DPR RI ke Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/21).
Juraidi melanjutkan, sosialisasi kebencanaan akan efektif jika melibatkan para tokoh agama. Pasalnya, tokoh agama langsung berhubungan dengan masyarakat dan memiliki kapasitas untuk menyampaikan ajakan kebaikan.
"Dalam hal mitigasi kebencanaan sangat diperlukan peran para tokoh agama dan penceramah agama untuk mensosialisasikan kepatuhan masyarakat dengan pendekatan keagamaan," tambah Juraidi.
Rombongan Kunjungan Kerja Komisi 8 DPR RI dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 8, TB Ace Hasan Syadzily dan anggota Komisi 8 serta mitra dari kementerian terkait. Rombongan diterima langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
(Pirman)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



