Tarakan, bimasislam --- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan menyampaikan orasi di hadapan ratusan peserta Konferensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nasional ke-IV, yang mengangkat tema penting tentang Moderasi Agama, Jum’at (8/9). Dalam orasinya Menteri menyampaikan apresiasi kepada segenap pemuka agama yang telah merawat kerukunan umat di Indonesia, dan bahkan menjadi kiblat bagi negara-negara lain di dunia. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini, (5-8/9) ini dilaksanakan di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.
Menghadapi perkembangan dunia global, Menteri menegaskan bagaimana tantangan yang dihadapi masyarakat termasuk umat beragama di Indonesia yang dinilai semakin kompleks, kompetitif dan ketat.
“Tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan akan semakin kompleks, sehubungan dengan lahan ciptaan Allah yang tidak bertambah, dari kondisi ini persaingan dan kompetisi hidup kian bertambah ketat”, tegas Menag. Dari tiga kompleksitas tersebut sambungnya akan muncul letupan-letupan kecil di masyarakat yang dapat mendorong terjadinya konflik, karenanya Lukman sedari awal seringkali mengingatkan pentingnya para pemuka agama melakukan gerakan moderasi agama.
Ditambahkan Menag, dalam mengatasi kompleksitas itu Kementerian Agama mengembangkan paham keberagamaan yang moderat, yaitu sikap yang tidak terjebak dalam ekstrimitas yang berlebihan di satu sisi dan tidak selalu mengagungkan akal di sisi yang lain.
Sikap moderasi agama khususnya dalam memahami teks kitab suci, menurut Menag perlu membuka wawasan dengan mencontoh orang-orang suci, para nabi dan rasul, khususnya dalam mengimplementasikan ayat suci, karena menurut Menag agama sejatinya memiliki tujuan untuk mengutamakan kemaslahatan seluruh umat manusia.
Penulis : Juraidi
Editor: syafaat
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



