Tulungagung, Bimas Islam -- Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Jawa Timur, Zulfatul Mufidah Maram mengukuhkan pengurus dan anggota DWP Tulungagung di Aula SBSN MAN 2 Tulungagung, Rabu (15/2/2023). Zulfatul memimpin Ikrar Moderasi yang meliputi komitmen pada nilai kebangsaan, toleransi, penolakan atas kekerasan, penghargaan atas tradisi lokal, dan kampanye moderasi beragama.
Ikrar Moderasi tersebut berisi kesiapan menerapkan komitmen kebangsaan, menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap sesama, menanamkan prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal, menghargai tradisi lokal masyarakat yang agamis, menumbuhkan, mengembangkan, menyuarakan, dan menebarkan nilai-nilai moderasi beragama.
Zulfatul mengukuhkan sebanyak dua puluh agen moderasi DWP Tulungagung pimpinan Mahmiyah Muhajir. Ia juga mengucapkan selamat atas terbentuknya agen moderasi di sana.
Sementara itu, Ketua DWP Tulungagung, Mahmiyah menyampaikan, salah satu program utama Kemenag adalah moderasi beragama. Ia berharap, istri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag bisa menjadi leader penguatan moderasi beragama.
"Darma Wanita harus mendukung tugas suami. Istri ASN, terutama di Kemenag, harus bisa menjadi leader penguatan moderasi beragama. Kita harus berkepribadian luhur agar menjadi teladan yang baik untuk masyarakat. Darma Wanita harus bisa menempatkan diri sebagai seorang istri ASN yang profesional, inovatif dan bertanggung jawab," ucapnya.
Terakhir, Mahmiyah berpesan pada anggota DWP agar memperbaiki keluarga terlebih dahulu sebelum menjadi agen perubahan di ranah publik. Keluarga, imbuhnya, adalah tempat utama dalam membentuk karakter anak.
"Sebelum menjadi agent of change di ranah publik, perbaiki lebih dulu lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat pertama yang membentuk karakter anak, sebelum lingkungan sekolah," pungkasnya.
(Penulis BA/MR)



