Kota Tegal, Bimas Islam --- Lima tahun berlalu sejak Darsiti, Penyuluh Agama Islam Kota Tegal, Jawa Tengah memulai kiprahnya tepat di tengah terminal Kota Tegal. Berbekal cinta dan peduli, Darsiti sabar membina kaum marginal belajar agama dan menulis.
"Sudah lima tahun membina pedagang asongan, pedagang emperan, penyandang disabilitas, dan siapa pun yang melintas di Terminal Kota Tegal," ungkap Darsiti di Tegal melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (9/9/21).
Sebagai Penyuluh, Darsiti berinisiatif membuat program Santri Ngater Teko (Pesantren Literasi dengan Mengajak Warga Terminal Tegal Kota). Inovasi bimbingan ini dia jalankan di Taman Baca (TB) Syakila Kerti.
"Penyuluh ibarat tinta emas dan masyarakat sebagai kertasnya. Baiknya masyarakat erat kaitannya dengan bimbingan yang terus dilakukan oleh Penyuluh," tambahnya, penuh filosofis.
Melalui inovasi bimbingan ini, Darsiti mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, cara salat, dan membaca aksara latin. Ia sengaja memilih warga binaan di tengah terminal lantaran jarang diperhatikan oleh sebagian masyarakat.
Kini, upaya Darsiti membuahkan hasil. Tak hanya warga binaan yang mampu membaca Al-Quran, dan menjalankan ibadah, Darsiti baru saja memenangkan Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.
"Di tingkat Provinsi Jawa Tengah juara 2. Selisih nilai dengan juara 1 adalah 0,05. Tetap semangat, terima kasih atas dukungan semua pihak," terangnya.
Meski berhasil mendapatkan posisi terbaik kedua, Darsiti mengaku tak puas. Pasalnya, masih banyak warga yang butuh bimbingan. Alhasil, ia telah menyiapkan tempat lain untuk kembali mengajarkan warga membaca aksara latin, membaca Al-Qur'an, dan praktik ibadah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



