Kabupaten Banyuwangi, Bimas Islam -- Pokja Kampung Moderasi Beragama (KMB) me- launching Desa Rogojampi menjadi rintisan KMB di Aula Tik Liong Tian – Tri Dharma Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (13/7/2023) pagi.
Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi-Banyuwangi adalah satu-satunya tempat di Kabupaten Banyuwangi yang memiliki enam jenis tempat ibadah dari semua agama di Indonesia. Dengan keberagaman dan kerukunan masyarakatnya, desa ini pantas disebut miniatur Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin melalui seluler menyampaikan, secara nasional, launching KMB akan digelar pada 26 Juli 2023 secara hibrida.
“KMB di Kabupaten Banyuwangi salah satu yang unik dan menarik, mempunyai ciri khas tersendiri,” kata Amak.
Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua Pokja KMB Kabupaten Banyuwangi yang juga Kepala Seksi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Mastur didampingi Syafaat sebagai Sekretaris Pokja KMB, anggota Pokja Kabupaten Banyuwangi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Katolik, serta Plh. Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Hindu.
Ketua Pokja KMB Kecamatan Rogojampi yang juga kepala Kantor KUA, Rosyidin mengungkapkan rasa syukurnya, karena kegiatan launching rintisan KMB di Desa Rogojampi dapat berjalan baik.
Ia pun mengaku, KMB Desa Rogojampi merupakan pilot project bagi daerah lainnya. Menurutnya, KMB di desa ini sudah mendapat dukungan maksimal dari masyarakat.
"Kita sengaja letakkan Desa Rogojampi sebagai pilot project bagi daerah lain di Kecamatan Rogojampi. Kegiatan KMB ini bisa berjalan lebih baik jika mendapat dukungan dari semua pihak. Pada launching hari ini, salah satu indikator penilaiannya adalah bagaimana dukungan dari masyarakat,” ungkapnya.
“Selain itu, di Desa Rogojampi, sejak lama telah digelar kegiatan-kegiatan yang sifatnya kolaborasi antarumat beragama, salah satunya melalui forum silaturahmi Forsiltogamas atau Forum Silahturahmi Tokoh Agama dan Masyarakat di Rogojampi,” sambungnya.
Menurut Rosyidin, kegiatan launching ini merupakan salah satu bagian dari program revitalisasi Kantor Kementerian Agama, di mana setiap kecamatan harus membuat sebuah forum atau KMB.
Seiring dengan itu, Nanang Nur Ahmadi selaku Ketua Forsiltogamas menyambut baik launching rintisan KMB ini.
“KMB ini merupakan sarana untuk membangun komunikasi antarumat beragama. Kebetulan lengkap bermacam agama dan ada enam tempat ibadahnya. Jadi Rogojampi ini merupakan miniatur Indonesia. Layak di- launching sebagai KMB oleh Menteri Agama,” ujar Nanang.
Nanang mengungkapkan, sebelum adanya deklarasi KMB, di Rogojampi sudah lebih dulu ada forum umat, yakni Forsiltogamas. Kerukunan sudah terjaga sejak dulu di Rogojampi.
“Sebelumnya kita sudah melakukan kegiatan lintas agama bersama, di antaranya santunan bagi anak yatim muslim maupun non muslim bersama Ormas Islam. Begitu juga dengan kegiatan pengobatan gratis yang melibatkan seluruh pihak lintas agama di wilayah Kecamatan Rogojampi,” terangnya.
Untuk diketahui, jumlah pemeluk agama terbesar di Desa Rogojampi adalah agama Islam, yaitu sebanyak 99.75 % dari total jumlah penduduk. Agama Kristen sebanyak 0,06 %, Katolik 0,08 %, Hindu sebanyak 0,06 %, serta pemeluk Agama Budha sebanyak 0,05 %. Untuk sarana ibadah di Desa Rogojampi terdapat Masjid-Musala, Gereja, Pura, dan Wihara.
Ba/Mr



