Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk memperkuat peran dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, mengingat derasnya penetrasi paham-paham yang bertentangan dengan keindonesiaan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Kamaruddin Amin mengatakan, salah satu karakteristik Islam Indonesia adalah keterlibatan masyarakat sipil melalui Ormas-ormas Islam, termasuk Ormas kepemudaan.
“Keterlibatan masyarakat sipil merupakan kekuatan Indonesia yang jarang dijumpai di tempat lain. Misalnya, dalam bidang pendidikan, 90 persen kontribusi dilakukan oleh masyarakat dan Ormas Islam. Begitu juga dalam isu kebangsaan dan kenegaraan, keterlibatan masyarakat sangat luar biasa, patut kita banggakan dan tidak bisa kita temukan di tempat mana pun,” kata Kamaruddin dalam kegiatan Dialog Organisasi Kepemudaan Islam, Selasa (24/7/2023).
Kamaruddin menerangkan, Ormas Islam merupakan social infrastructure (infrastruktur sosial) yang menopang dan merawat keragaman dan kebangsaan, sehingga Indonesia tidak mudah dipenetrasi paham-paham yang berbeda dengan paham mainstream.
"Ormas Islam telah berfungsi secara instrumental dalam menjaga dan merawat kebangsaan kita, sekaligus berkontribusi untuk membangun bangsa, berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup,” terangnya.
Dirjen Bimas Islam berharap, pertemuan dialog ini merupakan langkah pertama, kedua, dan ketiga dari seribu langkah yang dibutuhkan untuk terus bisa berkontribusi merawat Indonesia dan keberagamaan.
"Agama mendapatkan tempat yang sangat terhormat dalam konstitusi kita, sehingga kita terus berharap agama dapat memainkan perannya secara instrumental dalam proses kita dalam berbangsa dan bernegara,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi menjelaskan, tema kerukunan pada kegiatan dialog ini adalah sebagai bagian dari cara untuk memperkuat konsistensi memberi dukungan atas suksesnya 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama yang dicanangkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Insyaallah, tema ini tetap mendapatkan relevansinya, karena tugas kita dalam konteks negara bangsa ini adalah merawat kerukunan hidup beragama,” jelas Zayadi saat menyampaikan laporan kegiatan.
Pada sesi dialog, hadir tiga narasumber yaitu, Rumadi Ahmad (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden), Islah Bahrawi (Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia), dan Nuruzzaman (Staf Khusus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama). Ketiga pakar tersebut mengurai tema besar sekaligus berdialog dengan ratusan peserta perwakilan Ormas Islam dan Ormas kepemudaan Islam.
Setelah diawali Dialog, di hari kedua, Rabu, (26/7/2023), rangkaian Gebyar Muharam dilanjutkan Perayaan Tahun Baru Islam 1445 H yang diramaikan oleh Juara Festival Shalawat 2023, Haflah Al-Qur’an oleh Qari Juara Internasional, Refleksi Tahun Baru Hijriah oleh K.H. Said Aqil Hussain al-Munawwar, dan doa yang dipimpin K.H. Nasaruddin Umar.
Selain itu, jug dihelat Launching Kampung Moderasi Beragama yang diwarnai dengan Parade Budaya Agama, Orasi Moderasi Beragama, dan koordinasi penguatan 1.000 kampung di 34 provinsi di Indonesia yang menjadi lokasi pengembangan praktik moderasi beragama.
Pada hari ketiga, Kamis, (27/7/2023), Dharma Wanita Persatuan Ditjen Bimas Islam Kemenag mengundang dan memberi santunan pada 250 anak yatim dalam acara yang bertema 'Senyum Yatim, Senyum Indonesia'.
Tiga hari kegiatan Gebyar Muharam tersebut diramaikan dengan pameran Kaligrafi dan Bengkel Kaligrafi, serta produk-produk Ditjen Bimas Islam.
Seluruh rangkaian kegiatan Gebyar Muharam 1445 Hijriah juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal youtube Bimas Islam TV.
Diketahui, kegiatan Dialog Organisasi Kepemudaan Islam mengusung tema Merawat Kerukunan, Perkokoh Semangat Kebangsaan yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jalan M.H. Thamrin, pada Selasa (25/7/2023) siang.
Humas
*Fotografer: Shandry F. Nanere
*Fotografer: Shandry F. Nanere



