Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri mengatakan, perbedaan merupakan keniscayaan. Katanya, perbedaan tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat dan bangsa.
"Jangankan antarormas, dalam satu tubuh organisasi pun pasti ada perbedaan. Dengan iman dan ikhlas, jadikan perbedaan sebagai kekuatan. Jangan bermusuhan karena perbedaan," ajak Syamsul saat membuka Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional Tahun 2022 di Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta, Senin (27/6/22) malam.
Syamsul mengajak 106 peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda untuk terus melakukan perbaikan dan amal saleh. Ia menyebutkan, kebangkitan pemuda merupakan kunci keberhasilan bangsa.
"Pemuda harus bangkit. Pemuda juga harus taat. Ingat, ada 7 golongan yang berhak mendapatkan naungan Allah yang salah satunya dikhususkan bagi pemuda yang senantiasa berada dalam ketaatan," tambahnya.
"Jangan sampai gagal menentukan nasib bangsa. Kurun 5-10 tahun mendatang, kehidupan bangsa, politik, sosial, dan ekonomi ditentukan oleh wajah pemuda hari ini," terangnya.
Syamsul juga mengajak pemuda anggota Ormas Islam untuk terus membina masyarakat dan umat. "Terus tingkatkan kompetensi dengan bekal Islam yang mendalam. Jangan biarkan umat dalam kebodohan dan menjadi sasaran oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



