Prabumulih, bimasislam — Dalam kunjungannya Kamis (16/8) kemarin ke Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, bimasislam menyempatkan mampir ke sebuah Kantor Urusan Agama (KUA) yang memiliki gedung baru. Dibangun dengan dana Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) tahun 2017, KUA ini masuk wilayah Kecamatan Prabumulih Utara, tepatnya beralamat di Jl. Beringin RT. 01 Kelurahan Anak Petai dan menyelesaikan pembangunan gedungnya akhir tahun lalu.
Berdiri megah di atas tanah seluas 600 meter persegi, gedung tak bertingkat itu nampak menjulang tinggi. Dicat warna hijau, KUA yang difungsikan sebagai Balai Nikah dan Manasik Haji itu terlihat asri dan begitu identik sebagai gedung Kementerian Agama. Dengan pelataran parkirnya yang cukup luas, areal KUA Prabumulih Utara dibatasi dengan tembok bagian belakang dan sampingnya, sedangkan bagian depannya dipagari besi dengan gerbang pintu masuk di sebelah kanan-kirinya.
Gedung baru ini ditata sangat fungsional. Dengan nomenklatur KUA yang baru, ruangan disiapkan untuk menampung bukan hanya untuk Kepala KUA, Penghulu, dan Staf, tetapi juga untuk Penyuluh Agama Islam dan Pengawas Sekolah di tingkat kecamatan. Di bagian depan tengah ada ruangan respsionis beserta ruang tunggu lengkap dengan kursinya untuk para tamu. Di samping kiri Ruang Resepsionis ada Balai Nikah yang cukup luas dan didesain layaknya ruang pertemuan beserta panggungnya.
Di bagian dalam diperuntukkan untuk ruang perkantoran, pelayanan catatan nikah, serta ruangan khusus komputer untuk pengoperasian Sistem Informasi dan Aplikasi Kementerian Agama, baik itu Sistem Informasi Manajemen Pernikahan (SIMKAH), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan sejenisnya, yang juga dilengkapi dengan ruang dapur dan toilet. Sedangkan Ruang Kepala KUA dan Penghulu persis di samping Balai Nikah. Tidak ketinggalan, di bagian belakang sebelah luar ada ruangan khusus untuk Mushalla.
Menurut Kepala KUA Prabumulih Barat, Jamilul, total pegawai ada 14 orang, terdiri dari Kepala KUA, seorang Penghulu, Penyuluh Agama Islam PNS, tiga orang Staf Administrasi dan satu Resepsionis, serta tujuh orang Penyuluh Agama Islam Non-PNS. Sedangkan jabatan Pengawas Madrasah masih kosong, belum ada pegawainya, imbuh Jamil. Setiap hari, imbuhnya, KUA ini juga dimanfaatkan untuk Pengajian Majelis Taklim dan Pengajian Al-Quran anak, yang ke depannya akan diproyeksikan menjadi Madrasah Diniyah.
Di sela-sela waktu santainya, Kepala Kankemenag Prabumulih, Yeri Taswin, menjelaskan bahwa sejak terpisah dari Prabumulih Barat pada tahun 2015, KUA Prabumulih Utara numpang beroperasi di Kantor Kecamatan Prabumulih Utara. Setelah berjalan dua tahun, akhirnya Kota Prabumulih mendapatkan alokasi bantuan SBSN dari Ditjen Bimas Islam. Kami pilih Prabumulih Utara karena telah memiliki tanah sendiri dan tempatnya tidak jauh dari kota, demikian ungkapnya memberikan penjelasan.
Dan tahun 2018 ini, Yeri Taswin menambahkan, Kankemenag Prabumulih mendapatkan lagi dana SBSN, yang kami peruntukkan bagi KUA Parabumulih Selatan, dan pembangunannya sekarang sudah mencapai 50 persen.
Penulis : Edijun
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



