Jakarta, Bimas Islam – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan tahun ini akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (4/9/2025) malam, dengan mengusung tema besar “Ekoteologi; Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri.”
Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menjelaskan, tema tersebut lahir dari kesadaran akan pentingnya merawat bumi dan menjaga negeri melalui spirit keteladanan Nabi. “Blissful Mawlid kita maknai sebagai momentum membumikan selawat sekaligus merawat jagat. Spirit inilah yang menjadi energi positif untuk memperkuat kebersamaan bangsa,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Peringatan Maulid Nabi di ruang rapat Masjid Istiqlal, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, pesan ekoteologi dalam Maulid tahun ini sangat relevan dengan tantangan global yang dihadapi masyarakat modern, baik dalam aspek lingkungan maupun kebangsaan. “Kita ingin agar peringatan Maulid tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi memancar menjadi energi perubahan sosial, ekologis, dan kebangsaan,” tegasnya.
Untuk mendukung pesan tersebut, panitia melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Luar Negeri, aparat keamanan, Badan Pelaksana Masjid Istiqlal (BPMI), Humas Kemenag, Humas Masjid Istiqlal, dan lembaga terkait lainnya. Publikasi acara pun digencarkan melalui media massa dan platform digital agar partisipasi masyarakat semakin luas.
“Kami mengajak jemaah Istiqlal dan umat Islam luasnya untuk hadir dan bersama-sama menghidupkan tradisi mulia ini,” jelasnya.
Zayadi juga mengingatkan panitia maulid terkait pentingnya ikhlas dalam mengemban amanah. Ia menyebut, keterlibatan dalam peringatan Maulid adalah bentuk cinta sekaligus cara meneladani Nabi Muhammad SAW. “Kita harus menunaikan amanah ini secara total. Semakin ikhlas kita bekerja, semakin besar pula keberkahan yang kita dapatkan,” pesannya.
Selain itu, Zayadi menyampaikan pesan Menteri Agama agar seluruh rangkaian Maulid dibarengi doa-doa penguat spiritualitas, seperti memperbanyak membaca selawat, serta membaca surat Yasin dan Al-Kahfi. “Pesan Pak Menteri Agama, kita harus selalu menjaga spiritualitas bangsa dengan doa dan bacaan Al-Qur’an, agar Indonesia tetap mendapat perlindungan Allah,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi tingkat kenegaraan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Blissful Mawlid 1447 H yang berlangsung sejak 23 Agustus hingga 2 Oktober 2025. Program ini memadukan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian sosial dan lingkungan, mulai dari Funwalk Mawlid, Penais Award, hingga Nikah Fest.
Tidak hanya itu, kegiatan Bincang Syariah Goes to Campus, Festival MADADA (Masjid Berdaya Berdampak), hingga Ngaji Budaya Haflah Mawlid Rosul juga dirancang untuk menyapa masyarakat di berbagai daerah. “Inilah bentuk dakwah yang membumi, merangkul semua kalangan, dan memberi manfaat nyata,” pungkas Zayadi.
An/Mr



