Jakarta, Bimas Islam -- Pelaku media seperti pengelola website, serta jurnalis independen, TV, dan Radio dapat mengambil peran dalam mendorong moderasi beragama di masyarakat.
Demikian disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi saat dihubungi wartawan Bimas Islam, Senin (5/6/2023), mengulas kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peta Moderasi Beragama di Kelompok Media yang telah digelar di Jakarta pada 29-31 Mei yang lalu.
“Kita mesti ketahui, media juga memainkan peran penting dalam penguatan moderasi beragama. Tetapi, media adalah instrumennya dan manusia adalah otaknya. Karenanya, pelaku media sosial sebagai otaknya harus mampu menjadi pendakwah online di masyarakat, bukan pendakwa,” terangnya.
Lebih lanjut Zayadi mengatakan, media juga berperan penting untuk memastikan pemberitaan yang berimbang mengenai isu-isu agama.
“Media itu membantu kita dalam mendorong pemahaman yang lebih luas tentang kompleksitas agama dan mencegah terjadinya prasangka yang tidak akurat,” jelasnya.
Zayadi menambahkan, peran penting lainnya dari pelaku media yaitu mempromosikan pesan kebinekaan, toleransi, dan saling pengertian antarumat beragama.
“Dengan mendorong narasi inklusif dan memperlihatkan contoh-contoh harmoni antaragama, media bisa menginspirasi masyarakat untuk menerima perbedaan dan menghormati hak setiap individu untuk menjalankan keyakinannya,” tuturnya.
Media, imbuh Zayadi, juga menjadi wadah untuk mendorong dialog antaragama yang membangun.
“Dengan menciptakan ruang pertukaran gagasan dan pendapat, media juga membantu membangun pemahaman saling menghormati dan kerja sama antar pemeluk agama,” ujarnya.
Wcp/Mr



