Jakarta, Bimas Islam -- Selain sebagai alat atau media informasi keagamaan, beduk juga identik dengan kebudayaan umat Islam di Indonesia. Karenanya, Kementerian Agama melalui Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam akan menggelar Festival Rampak Bedug. Festival tersebut rencananya bakal dihelat di Banten, dan diikuti sejumlah peserta utusan dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
"Rampak Bedug pertama kali dimaksudkan untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, persis seperti seni ngabeduk atau ngadulag," ujar Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi saat memberi arahan dalam Pertemuan Persiapan Festival Rampak Beduk, pada Kamis (8/6/2023), di Jakarta.
"Karena merupakan suatu kreasi seni yang meriah dan mengundang perhatian penonton, maka seni Rampak Bedug ini berkembang menjadi suatu seni yang layak dipromosikan, sama dengan seni-seni musik lainnya,” sambungnya.
Dalam arahannya ia menyampaikan, acara ini merupakan tali hubung bagaimana kebudayaan memiliki relasi dengan agama. Kebudayaan dan agama memiliki hubungan dalam menyampaikan pesan ajaran agama. Oleh karena itu, menurutnya, kebudayaan tidak hanya dimaknai dengan cipta rasa dan karsa saja. Harus dimaknai sebagai wadah ekspresi keagamaan.
Ia juga mengatakan, dakwah merupakan hal yang sangat penting dalam penyebaran ajaran Islam. Penyampaian dakwah, imbuhnya, harus dilakukan dengan proses dan komunikasi yang baik, sehingga substansi dakwah berupa pesan keagamaan juga dapat diterima dengan baik.
“Walau para pencetus dan pemainnya lebih didasari oleh motivasi religi, tapi masyarakat seniman dan pecinta seni memandang Rampak Bedug sebagai sebuah karya seni yang patut dihargai,” pungkasnya.
Fn/Mr



