Mataram, Bimas Islam -- Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan. Demikian disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Dir Urais Binsyar), Adib dalam kegiatan FGD Format Tindak Lanjut Penanganan Kasus Paham Keagamaan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Kamis (27/7/2023).
“Agama itu dijalankan dengan damai. Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan,” terangnya.
Ia mengatakan, penanaman nilai-nilai toleransi dan kerukunan akan sulit dibangun ketika masyarakat masih berkutat dengan konflik dan saling mencurigai satu sama lain. Maka, penyelesaian dan pemulihan konflik sangat dibutuhkan.
“Kita tidak mungkin menjadi negara maju jika tidak kondusif. Maka, kita harus melakukan penanganan konflik melalui edukasi ke seluruh masyarakat," ujarnya.
"Sudah cukup generasi yang menjadi korban. Kita harus membangun fondasi yang kuat,” imbuhnya.
Terakhir, Adib berharap, kegiatan FGD Format Tindak Lanjut Penanganan Kasus Paham Keagamaan itu dapat menjadi catatan sejarah di NTB, bahwa pemulihan pasca konflik dapat terselesaikan dengan baik, dan tak ada lagi anak-anak bangsa yang mengungsi di daerah dan negaranya sendiri.
Fn/Mr



