Jakarta, Bimas Islam -- Tingkat literasi sebuah bangsa berbanding lurus dengan kemajuan bangsa itu sendiri. Semakin kuat literasinya, semakin maju bangsanya.
Hal itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib saat memberi arahan pada kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Keislaman Moderat Angkatan II bertajuk Moderasi Beragama dalam Perspektif Kebangsaan di Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Menurut Adib, penulisan naskah keislaman moderat bisa memperkuat peran agama pada peradaban dunia.
“Saya baru saja menghadiri kegiatan penting di Istiqlal yaitu peresmian American Space Voice of Istiqlal. Tujuan kegiatan tersebut menciptakan ruang diskusi dan bertukar ilmu, di dalamnya ada perpustakaan yang isinya terkait sejarah kebudayaan dunia. Ini sangat menginspirasi, banyak buku yang bisa dibaca. Berangkat dari hal itu, saya menelaah, peradaban suatu bangsa sangat ditentukan dari tingkat literasinya. Dan, berangkat dari tulisan, agama juga bisa berkontribusi terhadap peradaban,” ujarnya.
Lebih lanjut diterangkan Adib, daya kritis juga merupakan bagian dari kemapanan literasi.
“Apa yang kita baca tidak boleh ditelan mentah-mentah, kita harus punya daya kritis, karena daya kritis juga bagian dari kemapanan literasi. Buta literasi akan membawa kita pada buta analisis,” tuturnya.
Adib berharap, kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Keislaman Moderat mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
“Kita ingin ketertarikan masyarakat untuk membaca semakin meningkat. Makanya, melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi jembatan agar masyarakat responsif terhadap sentuhan literasi, khususnya sesuai dengan tema kegiatan kita yaitu naskah keislaman moderat,” pungkas Adib.
Wcp/Mr



