Kuningan, Bimas Islam --- Peningkatan kompetensi pegawai Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat penting bagi pemenuhan terjaganya kualitas layanan publik di bidang literasi keagamaan. Bentuk layanan pegawai UPQ berupa penjagaan atas kualitas kontrol terhadap produksi percetakan mushaf Al-Qur'an menjadi bagian yang tak terpisahkan dari amanat regulasi di bidang literasi keagamaan.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan pada kegiatan Peningkatan Kompetensi Pegawai UPQ, di Hotel Horison Kuningan, Jawa Barat, Jumat (17/06).
Pelaksanaan kegiatan yang berisikan beragam materi, antara lain Organisasi Tatalaksana dan Kepegawaian, Capacity Building, Khataman Al-Qur'an hingga penyerahan apresiasi pegawai teladan tersebut berlangsung selama tiga hari, di Kabupaten Kuningan dimulai pada 16 dan berakhir 18 Juni 2022.
Disampaikan Adib, pada konsekuensi telah diproyeksikannya UPQ menjadi Pusat Layanan Keagamaan Islam (PLKI), seluruh pegawai harus melakukan transformasi kinerja secara lebih cepat dan tidak bisa lagi hanya biasa-biasa saja.
“Menyongsong perubahan UPQ sebagai pusat peradaban yang berporoskan pada literasi keagamaan Islam, maka kita harus sama-sama siapkan bentuk transformasi kinerja yang lebih baik lagi. Mindset yang semula biasa-biasa saja, secara mutlak harus berubah menjadi mindset melayani.” ujarnya.
Menutup arahannya, mantan Kakanwil Kemenag Jabar ini berpesan agar bekerja dengan prinsip-prinsip yang baik, sebab menurutnya bukan hanya untuk memenuhi aspek profesionalisme kerja, tetapi juga aspek ibadah.
“Para pegawai UPQ seluruhnya adalah pengabdi yang memberikan layanan mulia, karenanya merupakan sosok-sosok khadimul qurán (baca; pelayan al-Qur'án). Oleh sebab itu prinsip penting dalam menjalankan aktivitas pekerjaan, tidak semata dimaknai sebagai dari kinerja biasa, melainkan harus melekat di dalamnya nilai ihsan (baca: kebaikan), dimana syafaatul qur'án akan terus mengiringi. Selain tentu saja adalah prinsip lainnya yang dapat dipakai, seperti Keizen dari tradisi negeri Sakura Jepang yang mengajarkan bahwa kerja hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hal ini sejalan dengan motivasi agama kita yang mengedapankan perubahan yang berdampak baik serta bernilai keberkahan,” tutupnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pada kesempatan yang sama Direktur Urais Adib bersama Kepala UPQ Jamaludin M Marki, didampingi Kassubag TU, Juri memberikan tanda mata kepada tiga pegawai terbaik, antara lain:
1. Mulyasana (Kategori Terbaik untuk Disiplin Absensi) dari Bagian Produksi dan Aksesoris
2. Fatah Yakub (Kategori Terbaik untuk Performa/Kinerja Terbaik) Bagian Kepala Regu Operator
3. Imansyah (Kategori Terbaik untuk Loyalitas Pegawai) dari Bagian Dokumen, Tender dan Pengadaan UPQ.
(UPQ_SM)



