Riau, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menghadiri peresmian Kantor dan Rumah Singgah BAZNAS Provinsi Riau, Jumat (9/6/2023). Dalam sambutannya, Tarmizi mengatakan, kantor pelayanan BAZNAS sangat dibutuhkan.
"Akhirnya BAZNAS Riau memiliki kantor sendiri. BAZNAS Riau pernah konsultasi kepada saya terkait Perda zakat, akhirnya BAZNAS Riau sudah memiliki Perda Zakat, dan ini dapat menaikkan pengumpulan zakat," ungkapnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur sudah memberikan tanah yang cukup luas dan fasilitas yang memadai, juga kantor yang cukup representatif, sehingga BAZNAS Riau akan bisa bekerja lebih baik lagi," sambung Tarmizi.
Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengucapkan selamat atas diresmikannya Kantor dan Rumah Singgah BAZNAS Provinsi Riau. Ia berharap, BAZNAS Riau bisa meningkatkan kinerja untuk lebih memajukan Provinsi Riau di masa yang akan datang.
"Selamat kepada BAZNAS Provinsi Riau, semoga dapat menambah semangat guna meningkatkan kinerja di masa yang akan datang," ucapnya.
"Hari ini kita memberikan fasilitas kantor untuk BAZNAS Provinsi Riau sekaligus juga rumah singgah, di mana rumah singgah ini digunakan untuk kaum duafa dari daerah-daerah yang tidak punya keluarga di Pekanbaru," katanya.
Pada peresmian kantor dan Rumah singgah tersebut, juga dilaksanakan pembukaan tirai dan peninjauan rumah singgah, serta peluncuran mobil ambulans dan armada BAZNAS tanggap bencana.
Peresmian kantor dan rumah singgah BAZNAS Provinsi Riau ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dari luar daerah dan sekitar, baik dalam mempersiapkan rumah atau tempat tinggal sekaligus membantu transportasi untuk berobat ke Rumah Sakit Arifin Achmad Provinsi Riau dengan ambulans yang disediakan BAZNAS Riau.
"Sudah ada ambulans yang sudah disiapkan oleh BAZNAS Riau sekaligus fasilitas untuk masyarakat kita berobat," ujar Syamsuar.
Ketua BAZNAS Pusat, Noor Achmad juga mengucapkan selamat dan turut berbangga hati atas peresmian kantor dan rumah singgah BAZNAS Provinsi Riau ini.
Ia mengungkapkan, berdasarkan kajian dari pusat, potensi zakat se-Provinsi Riau mencapai sebesar Rp7 triliun. Angka ini, menurutnya, sangat besar, sehingga untuk mengejar target BAZNAS sebesar Rp50 miliar masih sangat memungkinkan.
"Dengan adanya kantor baru dan fasilitas yang memadai ini, diharapkan BAZNAS Riau dapat mengejar target zakat yang sudah ditetapkan," ungkap Noor Achmad.
Ia menyebut, jika dapat menggapai target yang telah dicapai, BAZNAS Riau akan menjadi lembaga zakat percontohan dan memicu daerah lain.
"Ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain termasuk kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Sebab, ada kantor yang cukup luas, ada rumah singgah, ada tempat pelatihan dan nantinya akan ada Rumah Sehat BAZNAS. Jadi sudah komplet menjadi satu kesatuan untuk membantu masyarakat khususnya yang ada di sini," sebutnya.
Acara peresmian ini juga diisi dengan sesi pemberian bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa (PEMD) sebanyak Rp750 juta kepada 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
And/Mr



