Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menyampaikan laporan pelaksanaan program Inkubasi Wakaf Produktif. Laporan tersebut disampaikannya pada pembukaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023 di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Ia mengatakan, Program Inkubasi Wakaf Produktif adalah program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Saat ini, program tersebut sudah berjalan di 47 titik lokasi di seluruh Indonesia. Dalam program tersebut, para nazir diberi arahan, pelatihan, pengembangan, bimbingan, fasilitas, bahkan modal, agar lebih profesional dalam pengembangan aset wakaf produktif.
Tarmizi menyebut, Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Pengelolaan tanah wakaf mencapai ratusan ribu hektar. Namun, ia merasa pemanfaatannya perlu terus dimaksimalkan.
"Di sinilah pentingnya para stakeholder wakaf untuk mendesain sebuah program Inkubasi Wakaf Produktif yang bisa dianggap sebagai processor yang berperan dalam mentransformasikan ide-ide kreatif wakaf menjadi bentuk bisnis yang real investment dengan segala komponennya. Nazir sebagai pengelola, produk, dan strategi," ujarnya.
Ia berharap, pertumbuhan wakaf produktif terkelola dengan baik dan menjadi elemen penting dalam upaya pengurangan kesenjangan sosial, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ketahanan ekonomi nasional.
"Kolaborasi program antara Kementerian Agama, Lembaga Zakat, Lembaga Wakaf dan Nazir ini diharapkan memberi dampak visualisasi yang positif, karena masyarakat dapat melihat langsung bagaimana realisasi Ziswaf yang ditunaikan melalui lembaga. Inovasi pemberdayaan Ziswaf dalam skema program yang terintegrasi harus terus dikembangkan dan berkelanjutan," ucapnya
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023 juga dihadiri Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Kasubdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat Wakaf Wida Sukmawati beserta jajaran staf direktorat. Acara ini diikuti 62 perwakilan LAZ yang berkomitmen pada program Inkubasi Wakaf Produktif, BAZNAS RI, dan Badan Wakaf Indonesia.
Fn/Mr



