Badung Bali, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengatakan, Kementerian Agama, BAZ, dan LAZ perlu memperlihatkan program zakat dan wakaf produktif pada masyarakat umum.
Hal itu menurutnya menjadi solusi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berzakat dan berwakaf.
Demikian disampaikan Tarmizi pada Kegiatan Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat di Provinsi Bali dan NTB di Badung Bali, Kamis (13/7/2023).
“Kita harus buat program zakat dan wakaf yang bisa dilihat masyarakat seperti Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan lainnya. Tujuannya, selain pengentasan kemiskinan, juga bisa dilihat orang di lapangan secara nyata," terangnya.
Menurut Tarmizi, program zakat dan wakaf produktif bisa menjadi kampanye tersendiri untuk meningkatkan minat masyarakat.
“Selama ini zakat banyak digunakan untuk konsumtif. Tidak banyak berdampak pada ekonomi dalam jangka panjang. Efek dana zakat tidak bisa dilihat masyarakat. Ini membuat masyarakat tidak tertarik untuk berzakat,” ujarnya.
Kegiatan Koordinasi Program Pengawasan Lembaga Zakat di Provinsi Bali dan NTB ini diikuti 50 peserta dari lingkungan Kanwil Provinsi Bali-NTB, BAZNAS, LAZ, dan Ditjen Bimas Islam.
Ba/Mr



