Padang, Bimas Islam -- Direktur Bina Kantor Urusan Agama dan Keluarga Sakinah (KUA KS) Kementerian Agama, Zainal Mustamin mengingatkan seluruh operator Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) untuk menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
Hal itu dia tegaskan saat membuka kegiatan Workshop SIMKAH Generasi 4 Angkatan III di Padang, Rabu (31/05). Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Helmi, Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Jajang Ridwan, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Edison, dan Kepala Subbag Tata Usaha Direktorat Bina KUA KS Rama Wahdiyansyah.
Menurut Zainal, membangun dan mengembangkan sistem informasi seperti SIMKAH sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain memudahkan, juga dapat mencegah atau meminimalisasi tingkat penyimpangan.
"Namun dalam konteks pencegahan penyimpangan, ini kembali terpulang kepada orangnya, yakni para operator itu sendiri. Betapa pun sistem itu baik dan kuat, maka itu akan bobol oleh orang yang tidak berintegritas," tegas Zainal di hadapan ratusan operator SIMKAH tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatra dan Jawa.
Oleh karena itu, Zainal mengingatkan agar operator SIMKAH, terutama di KUA harus menjaga integritasnya, agar tidak terjadi lagi penyimpangan-penyimpangan yang banyak terjadi di masa sebelumnya.
Zainal mengaku prihatin dengan masih adanya KUA yang tidak menerapkan SIMKAH Generasi 4 ini dengan berbagai dalih, sehingga penyelewengan masih tetap terjadi.
"Jika masalah blankspot, tentu akan kami cari solusi pemecahannya, tetapi jika tidak ada masalah jaringan, mohon jangan cari alasan untuk tidak menggunakan SIMKAH ini," tandasnya mengingatkan.
Eks Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara ini juga mengaku prihatin dengan kondisi operator SIMKAH di KUA yang banyak didominasi bukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Sementara peran operator SIMKAH, menurutnya, sangat strategis dan instrumental.
"Sebab mereka ini memegang data penting dan punya potensi untuk melakukan penyelewengan. Makanya lagi-lagi komitmen untuk menjaga integritas ini menjadi penting," tegas Zainal.
Zainal menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mengusahakan agar SIMKAH Generasi 4 mendapatkan sertifikat ISO27001 untuk memperkuat keamanan data. Dengan sertifikat ISO27001 ini, keamanan data SIMKAH akan setara dengan sistem keamanan data pada aplikasi milik kementerian/lembaga lainnya seperti di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Namun kembali lagi dengan sistem yang kuat, jika tidak dibarengi dengan kekuatan moral spritual user-nya, maka ini akan sia-sia," pungkasnya.
Penghargaan Sapa KUA
Pada kesempatan itu, sebanyak enam Kepala KUA di Provinsi Sumatera Barat memperoleh penghargaan berupa cendera mata karena berperan aktif dalam kegiatan 'Sapa KUA' yang dilaksanakan oleh Direktorat Bina KUA dan KS selama bulan Ramadan yang lalu.
Cendera mata diserahkan langsung Direktur Bina KUA KS Zainal Mustamin kepada enam kepala KUA yaitu Aslan Sari (KUA Padang Sago, Kab. Padang Pariaman), Joni Syuryaman (KUA V Koto Timur, Kab. Padang Panjang), Afri Delson (KUA Talawi, Kab. Sawahlunto), Munzir (KUA Akabiluru, Kab. Lima Puluh Koto), Zaimal Elpetani (KUA IV Kursi, Kab. Pesisir Selatan), dan Afriyon Hosen (KUA Koto Parik Gadang Diateh, Kab. Solok Selatan).
Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina KUA KS Rama Wahdiyansyah menerangkan, program Sapa KUA merupakan sarana komunikasi pimpinan di Kementerian Agama kepada Kepala KUA dan jajarannya yang dilaksanakan secara virtual.
"Melalui program ini Pak Direktur (Bina KUA dan Keluarga Sakinah) dan jajaran mendengarkan secara langsung keluhan dan aspirasi dari KUA, tidak lupa Pak Direktur juga mengingatkan dan mendorong agar KUA tetap terus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan pelayanan prima tapi tidak menabrak regulasi yang ada," ujarnya.
Rama menambahkan, nantinya program Sapa KUA tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadan, tapi juga pada bulan lainnya setiap bulan sekali.
"Bulan Juli nanti akan kita mulai lagi," demikian Rama.
(IKQ/MR)



