Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, menyambut positif peluncuran buku "Beri Kami Kesempatan" karya Samsuridjal Djauzi. Ia menilai buku tersebut menjadi cerminan dedikasi Samsuridjal sebagai sosok langka yang berjasa di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Beliau (Samsuridjal Dzauji) adalah salah satu dokter ahli Penyakit Dalam Subspesialis Alergi dan Imunologi yang sangat jarang ada di Indonesia. Bersama Zubairi Djoerban, beliau memperjuangkan agar obat ARV bagi penderita HIV/AIDS tersedia secara gratis dan bisa diproduksi di dalam negeri,” ungkap Fuad kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).
Peluncuran buku berlangsung di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta, Minggu, 14 September 2025. Sejumlah tokoh hadir, antara lain Rektor Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) yang juga Penasihat Ahli Menteri Agama Fasli Jalal, Ketua Umum PP Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar, Pendiri Yayasan YARSI Jurnalis Uddin, serta dokter spesialis saraf senior, Teguh A.S. Ranakusuma.
Fuad menuturkan, Samsuridjal dikenal gemar turun ke desa untuk memberi motivasi kepada remaja. Semangatnya, kata Fuad, terinspirasi dari Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah diri mereka sendiri, serta sabda Nabi Muhammad bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
“Beliau sangat menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Bahkan mendorong agar tanah wakaf dan lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan. Peran pemerintah memang penting, tetapi harus disertai pemberdayaan masyarakat,” tambah Fuad.
Konsep Rumah Produktif dan Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skill) yang dicetuskan Samsuridjal, lanjut Fuad, lahir dari pemikirannya agar rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat pengembangan keluarga dan kesejahteraan.
Fuad juga menyinggung kiprah Samsuridjal dalam pendirian Yayasan Pelita Ilmu (YPI) pada tahun 1989 bersama Zubairi Djoerban dan Dri Wangyuningsih, yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan. Selain itu, Samsuridjal juga membina Pelita Desa sejak 2002 dan berhasil mengirim sembilan remaja desa kuliah di Fakultas Kedokteran Internasional Hanava, Kuba.
“Buku ini lahir dari keterlibatan beliau dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya remaja desa. Pembangunan yang kita cita-citakan harus menjadi mimpi bersama yang melibatkan semua pihak. Judul 'Beri Kami Kesempatan' menjadi pesan yang sangat kuat,” pungkas Fuad.
Buku "Beri Kami Kesempatan" karya Samsuridjal Djauzi berisi gagasan, pengalaman, sekaligus tawaran solusi terkait pengentasan kemiskinan di Indonesia. Ia memotret wajah-wajah di balik statistik kemiskinan, lalu menekankan bahwa bantuan sosial semata tidak cukup; yang dibutuhkan adalah kesempatan bagi masyarakat kecil untuk bangkit melalui keterampilan hidup, rumah produktif, pemanfaatan tanah terlantar, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Buku ini diperkaya kisah nyata seperti keluarga Ipah dan keluarga Tono, yang menggambarkan rapuhnya kestabilan ekonomi sekaligus peluang ketika masyarakat diberi ruang untuk berdaya.
Isi buku membahas tema-tema seperti pemanfaatan tanah wakaf, lahan bekas tambang, serta industri berbasis masyarakat. Samsuridjal, dalam buku ini, juga mengungkapkan pentingnya penguasaan keterampilan hidup, dukungan teknologi, pemasaran bersama, serta pembentukan rumah produktif yang bisa menopang kemandirian keluarga.
Humas



