Bogor, bimasislam --- Kebijakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, terhadap layanan keagamaan bagi disabilitas semakin menunjukkan langkah-langkah konkrit dan produktif, hal ini mengemuka dalam penyampaian materi Direktur Urais Binsyar Muhammad Agus Salim pada Focus Group Discussion (FGD) Harmonisasi Naskah Fiqih Disabilitas, yang diselenggarakan Subdit Kepustakaan Islam, bertempat di Hotel Arch Bogor, Jum’at (14/6).
“Setidaknya ada dua langkah konkrit yang bisa dilakukan oleh Direktorat Urais Binsyar dalam menindaklanjuti FGD ini, yaitu pertama terkait layanan kemasjidan dengan memperkuat fasilitas infrastruktur yang ramah disabilitas, serta yang kedua dengan digandakannya Naskah Fikih Disabilitas atas kerjasama Kementerian Agama dengan pelbagai pihak, terutama yang sedari awal telah berhasil merumuskannya menjadi bahan buku, antara lain LBM PBNU, The Asia Foundation, PSLD Universitas Brawijaya, Yakkum dan Lakspesdam PBNU, ungkap Agus.
Layanan Keagamaan Inklusif
Untuk diketahui bahwa layanan disabilitas menjadi bagian dari layanan keagamaan inkusif yang kebijakannya dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Hak Layanan Keagamaan Bagi Penyandang Disabilitas. Secara umum komitmen Ditjen Bimas Islam dalam memenuhi amanat undang-undang tersebut diagendakan dalam roadmap pemrograman layanan disabilitas, meliputi bidang Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam, Kemasjidan dan Kepustakaan Islam, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Pembahasan penting terkait layanan keagamaan inklusif ini dinilai menjadi kajian baru dan menantang tidak hanya bagi struktur di Kementerian Agama melainkan juga bagi para stakelholder bidang keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga sosial keagamaan di Indonesia. Guna menjelaskan dasar pemahaman kajian disabilitas maupun langkah-langkah sistematis yang bisa diambil alih oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga masyarakat tersebut hadir sebagai narasumber, antara lain Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, The Asia Foundation Dr. Bahrul Fuad, LBM PBNU Kiai Sarmidi Husna dan Wakil Ketua MUI Pusat Kiai Shalahudin Al-Ayubi.
Hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (13-14/6) ini 30 orang peserta terdiri dari The Asia Foundation, Yakkum, PSLD Universitas Brawijaya, Lakspesdam PBNU, Maarif Insitute, Masjid El-Syifa, Masjid Istiqlal, Balitbang Kemenag, Ditjen Haji Umrah, dan Direktotrat di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Penulis: syafaat
Editor: syafaat
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



