Tangerang, Bimas Islam --- Direktur NU Online Savic Ali mengatakan, dalam konteks penanganan konflik keagamaan dan sosial, Kemenag sebagai pemilik otoritas legal bicara soal agama harus benar-benar merumuskan strategi yang benar-benar baik secara sosial.
“Kemenag saya kira sangat berperan dalam konteks ini, sebagai lembaga yang paling otoritatif bicara soal agama, mungkin perkembangannya tidak terlalu birokratis sehingga legitimasinya menurun, misalnya organisasi seperti NU dan Muhammadiyah yang memang aggotanya banyak mungkin lebih banyak dirujuk,” ujar Savic saat menjadi narasumber di acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Rabu (14/4).
Oleh karena itu sudah tepat jika Kemenag merumuskan strategi pencegahan dan resolusinya ketika konflik keagamaan dan sosial itu terjadi, karena dibutuhkan pendekatan-pendekatan sosial yang tidak mudah.
“Menguatnya konflik keagamaan dan sosial pasca reformasi dipicu oleh faktor demokrasi yang menjadi ruang bebas bagi sisapapun. Selain demokrasi, faktor politik juga sangat berpengaruh, ketika kita bicara tentang konflik keagamaan atau aliran keagamaan dalam Islam memang kita tidak bisa menafikan dalam lanskap politik daerah itu seperti apa,” ujar Savic.
Lebih lanjut, Savic menjelaskan, Kemenag dengan otoritas secara legal yang dimiliki bisa berperan lebih besar untuk memastikan bahwa hak konstitusional umat beragama itu dijamin dan kemudian untuk memastikan bahwa agama tidak masalah dalam konteks sebagai negara dan bangsa Indonesia.
Acara FGD ini merupakan finalisasi penyusunan buku konflik paham keagamaan Islam dan penanganannya di Indonesia yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 14-15 April 2021 oleh Subdit Tata Usaha Direktorat Urais Binsyar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



