Tangerang, Bimas Islam --- Direktur NU Online Savic Ali memberikan analogi kondisi internet saat ini seperti sungai besar informasi pengetahuan dan ideologi apapun, karena semuanya mengalir deras seperti air.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Penyusunan Buku Konflik Paham Keagamaan Islam dan Penanganannya di Indonesia di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Rabu (14/4).
“Agar sungai besar informasi ini sehat, kita harus memastikan informasi dari mata air yang bersih dan jernih, karena sungai besar yang bernama internet ini sudah banyak tercemar, ada yang tercemar limbah biasa yang mungkin tidak berbahaya, tapi ada limbah yang agak berbahaya bisa menimbulkan gatal, dan ada juga limbah yang beracun,” tutur Savic.
Limbah beracun itu, kata Savic, akan menjadi problem di masyarakat, karena sebanyak apapun air bersih akan kalah dengan setitik racun.
“Nah inilah yang sedang terjadi pada internet, mungkin konten positif lebih banyak tetapi konten negatif atau konten kebencian saat ini seperti racun, yang akan berdampak jauh lebih besar, dan racun ini tidak cukup dibersihkan dengan air satu gelas,” katanya.
Menurut Savic, hal ini menjadi tantangan dalam konteks penyelesaian atau penanganan konflik paham keagamaan, ia mendorong agar dalam penyusunan buku yang diharapkan oleh Kemenag harus memasukkan pendekatan melalui internet.
“Karena memang semua orang saat ini menggunakan _handphone_ berbasis android, dengan internet kita yang di Ibu Kota bisa mempengaruhi orang yang ada di Kabupaten bahkan di perkampungan, jadi dalam konteks internet tidak boleh dinafikan,” jelasnya.
Sebagai informasi, acara FGD ini merupakan finalisasi penyusunan buku konflik paham keagamaan Islam dan penanganannya di Indonesia yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 14-15 April 2021 oleh Subdit Tata Usaha Direktorat Urais Binsyar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



