Depok, bimasislam--- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengadakan acara perdana yang dilaksanakan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Forum Studi Ekonomi Islam (Fossei), dan Islamic Bussiness Economic Community (IBEC), dan diselenggarakan di Auditorim Soerja Atmadja (Senin, 24/9).
Fuad Nasar, sebagai Key Note Speech pada seminar tersebut menyampaikan bahwa zakat merupakan kewajiban atau obligatory system sementara wakaf adalah peralihan aset pribadi kepada aset sosial. Isu zakat dan wakaf, keduanya adalah isu penting dalam menggerakkan ekonomi syariah, mengutip perkataan Syafrudin Prawiranegara, pelopor ekonomi syariah dan Gubernur Bank Indonesia pertama, dalam bukunya Ekonomi dan Keuangan; Makna Ekonomi Islam (1988), di kemukakan bahwa salah satu yang membuat tumbuhnya kekacauan sosial dan juga jurang pemisah yang semakin lebar antara yang kaya dengan yang miskin, adalah karena memisahkan agama dari ekonomi.
Lebih lanjut, pria yang saat ini menjabat anggota Badan Wakaf Indonesia mengutarakan bahwa perkembangan ekonomi Islam di negara kita (baca: Indonesia-red) yang dipelopori antara lain Bank syariah, jika di dunia Islam dikenal dengan Bank Islam, akan tetapi di Indonesia dikenal dengan perbankan syariah, ini merupakan instrument atau pembangkit lahirnya gerakan ekonomi Islam di Indonesia, disamping sebagai instrument lainnya.
Fuad Nasar, dalam pidato kunci dihadapan peserta seminar yang mengambi judul “Zakat dan Wakaf: Agama dan Negara”, dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah di sektor sosial yaitu zakat khususnya mengalami pertumbuhan 20 persen pertahunnya, dan hal ini patut disyukuri oleh seluruh pihak baik akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk membantu perkembangan dan kontribusi yang diberikan oleh dunia pilantropi khususnya zakat dan wakaf dalam pembangunan ekonomi.
Sementara pada kesempatan itu, Tika Arumina yang mewakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf yang bersedia menyelenggarakan kegiatan Zakat – Wakaf Goes To Campus pada kesempatan kali ini (baca: FEB UI-red) yang mengusung tema “Energi Zakat-Wakaf Untuk Kejayaan Umat dan Kemartabatan Bangsa”. Menurutnya, potensi zakat di Indonesia yang telah dirilis beberapa tahun silam mencapai 217 trliun rupiah, namun pengumpulannya baru mencapai 6 atau 7 triliun rupiah, sementara wakaf memiliki potensi yang sangat besar, oleh karenanya Nazhir selaku pengelola wakaf hendaknya memiliki jiwa entrepreneur atau pebisnis mengingat tanah wakaf yang telah diamanahkan menjadi lebih produktif lagi.
Myrna selaku Kasi Inovasi dan sekaligus Ketua Panitia mengutarakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan di beberapa kampus atau Perguruan Tinggi diseluruh Indonesia, hal ini sebagai transformasi nilai-nilai ekonomi syariah melalui sosialisasi zakat dan wakaf bagi mahasiswa maupun akademisi yang menggeluti ekonomi syariah, harapnya.
Acara yang dilaksanakan selama satu hari ini, dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya, diantaranya Bahrul Hayat (Mantan Sekjen Kemenag), Bambang Himawan (Bank Indonesia), Rahmawatina (Dosen UI), dan Imam Teguh Saptono (BWI). Dihadiri oleh mahasiswa, pejabat dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Selain itu, hadir peserta yang mengikuti Student Conference yang terdiri dari utusan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Universitas Darussalam, Gontor, Universitas Brawijaya, Malang, Universitas Diponegoro, Semarang, dan Universitas Indonesia. Kelima kelompok dari Perguruan Tinggi itu merupakan kelompok terbaik dari 70 kelompok yang telah menyerahkan hasil karya tulisnya kepada panitia dan di presentasikan dihadapan Dewan Juri (Fuad Nasar, Yusuf Wibisono, dan Banu Muhammad).
Dari kontestan yang terpilih menjadi 3 kelompok terbaik dan mendapatkan penghargaan, dengan ketentuan Hadiah, Juara I : Rp. 2.000.000,- (Universitas Indonesia, Depok), Juara II : Rp. 1.500.000,- (Universitas Diponegoro, Semarang, dan Juara III : Rp. 1.000.000,- (Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur).
Penulis: Achmad Soleh
Editor : Achmad Soleh
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



