Jakarta, Bimas Islam --- Sejatinya, bulan Ramadan adalah bulan ibadah. Setiap pekerjaan atau amalan kebaikan sekecil apapun akan dinilai menjadi ibadah yang berujung pada ganjaran pahala yang berlipat.
Hal tersebut dikatakan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Juraidi pada Kultum Zuhur Ramadan 1442 H di Masjid Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/4).
"Bulan Ramadan adalah salah satu bulan paling mulia di antara bulan-bulan yang lain. Sudah seharusnya umat Islam bisa menjadikan bulan Ramadan sebagai motivasi untuk meningkatkan etos kerja mereka," terang Juraidi.
Mengutip Surah Al-Qadr, Juraidi menjelaskan, Allah menjadikan salah satu malam pada bulan Ramadan lebih baik daripada seribu malam. Malam tersebut, kata dia, dikenal dengan sebutan lailatul qadar. "Dengan demikian, idealnya totalitas hidup kita mestinya untuk ibadah," tukasnya.
Ia menerangkan, ada empat poin mengapa pekerjaan sekecil apapun bisa menjadi ibadah di bulan Ramadan. Pertama, pekerjaan tersebut dilakukan oleh orang beriman. Kedua, pekerjaan tersebut yang dibolehkan secara agama dan pemerintah yang sah.
"Selanjutnya yang ketiga adalah pekerjaan yang dilakukan sesuai prosedural. Sementara poin keempat adalah pekerjaan yang diniatkan karena Allah semata. Di bulan Ramadan ini, maka harus menjadi motivasi agar kita semakin meningkatkan etos kerja kita," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



