Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama, Juraidi memberikan dukungan penuh kepada para penyuluh yang melakukan aksi nyata bagi penyintas bencana. Secara khusus, Juraidi mendukung aksi kemanusiaan bagi penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Selaku pembina Penyuluh Agama Islam saya mengapresiasi sikap tanggap dan kepedulian mereka terhadap korban bencana banjir bandang di NTT," ungkap Juraidi saat ditemui di Kantor Kemenag Pusat, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (7/4/21).
Juraidi menambahkan, penyuluh yang aktif melakukan aksi sosial tidak hanya menjalankan tugas dan fungsinya, tetapi juga menjalankan ajaran agama Islam.
"Selain melaksanakan tugas dan fungsinya, Penyuluh ini juga melaksanakan ajaran agama dengan benar, Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam," terang Juraidi.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Nasional, Daloh Abdaloh mengajak para penyuluh untuk menyukseskan gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah. Gerakan ini menjadi bukti kepedulian penyuluh terhadap kemanusiaan.
"Kami melakukan koordinasi dengan Pokjaluh Provinsi sampai ke tingkat kota dan kabupaten mengajak para penyuluh untuk mengawal, menyukseskan, dan menjadi garda terdepan dalam gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah," ungkap Daloh kepada Bimas Islam di Bogor, Selasa (6/4/21).
Sebagaimana diketahui, Pokjaluh Nasional telah mengirim bantuan uang tunai untuk penyintas bencana di NTT. Bendahara Pokjaluh Nasional, Sriwanti Yusuf juga mengajak penyuluh untuk menyukseskan gerakan kepedulian ini.
"Kami langsung kirim uang tunai sebesar 10 juta rupiah pada Senin, 5 April 2021. Pokjaluh membuat gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah. Filosofisnya, uang 10 ribu rupiah mungkin tidak seberapa nilainya bagi sebagian kita. Tapi jika dikumpulkan, itu sangat besar nilainya. Saya berharap, kepada saudara saya, sahabat saya, Penyuluh PNS maupun non-PNS untuk mengulurkan tangan membantu saudara kita di NTT," ungkap Wanti di Jakarta, Selasa (6/4/21).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



