Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama, Juraidi, memaparkan konsep moderasi beragama saat menjadi narasumber dalam Halaqoh Penceramah Agama dan Launching Aplikasi UstadzKita. Halaqoh ini diselenggarakan di Jakarta, Kamis-Sabtu, 8-10 April 2021.
"Islam sangat moderat. Kita punya konsep dan gagasan moderasi beragama. Yang perlu dimoderasi itu sikap dan pemahaman kita karena ada pemahaman ekstrem kiri dan ekstrem kanan," ungkap Juraidi memaparkan.
Konsep moderasi beragama, tambah Juraidi, misalnya dicontohkan oleh Nabi saat mengingatkan seorang sahabat yang masih berada di masjid saat hari menjelang siang. Pasalnya, ada kewajiban untuk mencari nafkah dan menjemput karunia Allah di siang hari.
"Moderasi beragama perlu kita dakwahkan bersama. Karena kita hidup di Indonesia yang multiperbedaan," tambahnya.
Sikap moderat dalam berbangsa dan bernegara, papar doktor tafsir Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) ini, diwujudkan dalam sikap menghargai perbedaan. Selain itu, tambahnya, seseorang mampu bersikap moderat ketika ia berwawasan luas.
"Salah satu substansi dari moderat adalah sikap toleran, menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Selain itu, moderat juga menghendaki kita berwawasan luas. Kalau di tengah, kita bisa melihat ke semua sisi. Tapi kalau di pojok, pasti tidak bisa melihat luas," lanjutnya.
Kepada para penceramah yang merupakan utusan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ini, Juraidi berpesan agar para penceramah terus meningkatkan wawasan sehingga tidak mudah menghakimi
"Pendakwah harus berwawasan luas. Kita juga dituntut untuk bersikap adil juga. Mubalig harus paham dalil terkait perbedaan sehingga tidak mudah menghakimi," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



