Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Juraidi menyampaikan pujian atas inovasi yang dilakukan para Penyuluh Agama Islam (PAI). Inovasi yang dilakukan para penyuluh, salah satunya diwujudkan dalam pembentukan Koperasi Syariah Majelis Taklim di 26 Kecamatan se-Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
"Kita punya 50.000 penyuluh di seluruh Indonesia. Mereka sangat inovatif. Salah satunya, mereka mendirikan Koperasi Syariah Majelis Taklim di Kabupaten Klaten. Para penyuluh ini minimal memiliki dua binaan dan melakukan bimbingan dan penyuluhan minimal dua kali dalam seminggu serta wajib memberikan laporan tertulis," ungkap Juraidi saat menjadi narasumber dalam Halaqoh Penceramah Agama dan Launching Aplikasi UstadzKita di Jakarta, Kamis (8/4/21) malam.
Menurut Juraidi, para penyuluh merupakan mubalignya pemerintah. Karenanya, pemerintah amat selektif dalam melakukan perekrutan.
"Sangat banyak peminatnya, maka kita perbaiki performance, misalnya pendidikan minimal sarjana, mampu melakukan penyuluhan dan bimbingan," tambahnya.
Selain itu, tambah Juraidi, penyuluh agama juga mampu beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi serta aktif melakukan inovasi dakwah berupa pengembangan ekonomi.
"Mereka tidak hanya melakukan penyuluhan terkait ibadah ritual, tetapi juga sosial termasuk pengembangan ekonomi umat. Ekonomi umat ini memiliki potensi besar tapi belum digali secara maksimal," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



