Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh Agus Salim mengapresiasi peluncuran 41 program baru yang diberi nama ‘The New Istiqlal’. Salah satunya, Masjid Istiqlal akan membuka kaderisasi ulama perempuan.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dalam program kaderisasi ulama perempuan yang difokuskan untuk melakukan kajian kesetaraan gender dalam perspektif ajaran Islam,” katanya kepada Bimas Islam, Senin (01/3).
Menurutnya, peran perempuan sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Perempuan memiliki potensi yang strategis untuk mengedukasi perempuan lainnya yang akan berguna bagi pembangunan masyarakat.
“Selama ini ulama dan kiyai didominasi oleh laki-laki. Saya sangat mendukung dan berharap dengan adanya pendidikan kaderisasi ulama perempuan itu, akan lahir ulama-ulama perempuan serta memudahkan jamaah perempuan dalam melakukan kajian-kajian keagamaan khusus perempuan,” paparnya.
Agus Salim menjelaskan, selama ini banyak perempuan merasa canggung ketika harus berkonsultasi dengan ulama pria. Dengan adanya ulama perempuan tentu memudahkan jamaah perempuan untuk berkonsultasi terkait persoalan fikih perempuan.
“Sehingga pandangan perempuan di bidang keagamaan juga perlu ada, agar penafsiran agama tidak dirasa patriarkis. Islam sangat menjunjung tinggi harkat martabat dan peran perempuan,” ungkapnya.
Agus Salim menambahkan, program kaderisasi ulama perempuan yang diinisiasi Masjid Istiqlal harus didukung dan menjadi contoh dalam hal pengelolaan masjid.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



